Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Joko Agus Setyono menegaskan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin ketika disinggung soal Key Performance Indicator (KPI) banjir Jakarta yang ditargetkan surut dalam waktu enam jam pada masa pemerintahan Anies Baswedan.
Joko menjabarkan usaha apa saja yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam menanggulangi genangan ataupun banjir yang terjadi belakangan ini
"KPI itu tentunya menjadi tolak ukur kita juga. Ya kalau pemerintahan sebelumnya mengatakan enam jam surut, kita akan berusaha. Mudah-mudahan hujan tidak akan lebih lebat lagi dari kemarin. Ini juga arahan dan bantuan dari pemerintah pusat juga luar biasa dari pembuatan waduk Ciawi Sukamahi. Manfaatnya luar biasa. Kemudian normalisasi kali Ciliwung juga sudah berjalan, juga kita mengeruk sungai karena sungai ini sedimentasinya luar biasa dan lain sebagainya," kata Joko.
Baca juga: Banjir Tersisa di 9 RT, 53 Jiwa Masih Mengungsi
Selain itu, pada saat kunjungannya, Rabu (1/3), sembari menunjuk indikator tinggi air di Pintu Air Manggarai yang sudah di bawah normal, Joko mengklaim penanggulangam banjir bisa dikatakan berhasil.
"Kita lihat bahwa dengan curah hujan yang sedemikian tinggi, bisa dilihat indikatornya di belakang kita. Pada hari ini, kita masih di bawah normal. Artinya program penanggulangan atau mengatasi banjir kita itu bisa dikatakan berhasil. Ini berkat arahan dan perintah dari Pj Gubernur, beliau itu tidak banyak bicara tapi kita diminta untuk secara bersama-sama untuk bekerja terus," tegas Joko.
Banjir di Jakarta terjadi karena banyak faktor. Namun tidak bisa terus dikatakan bahwa ini banjir kiriman. Hingga saat ini pun permasalah banjir menjadi salah satu yang menjadi fokus utama Pemprov DKI Jakarta.
"Kita ketahui penyebab banjir di Jakarta banyak faktor, pertama Jakarta itu ada di dataran rendah. Kemudian, ada 13 sungai dan itu kalau namanya kali dari hulu sampai ke sini, kita nggak katakan itu banjir kiriman, ini kalau saya katakan faktor hidrometeorologi, itulah sebenarnya faktor alam. Kita tidak akan menyalahkan daerah sekitar kita dan lebih penting bagaimana kita melakukan upaya koordinasi dengan Pemda di sekitar kita melibatkan Pemerintah Pusat, sesuai perintah Presiden Jokowi kita harus berikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal," tutur Joko.
Maka dari itu, Joko juga menjelaskan setiap pekerjaan pasti mempunyai target, salah satunya upaya menanggulangi banjir ini tidak hanya dari Pemerintah saja namun harus dari kesadaran masyarakatnya juga.
"Target banjir, kita pasti yang namanya bekerja ada targetnya, ini adalah upaya kita untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, supaya masyarakat merasa nyaman, tenang. Mudah-mudahan, kita sama-sama menjaga juga, jangan membuang sampah sembarangan dan saya melihat juga udah ada peningkatan kesadaran itu, dan kita liat juga di belakang (Pintu Air Manggarai), sampahnya sudah sedikit jadi sudah okelah kita itu, pembersihan kali itu selalu terus menerus kita lakukan," pungkas Joko. (OL-1)
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved