Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
TAMAN Margasatwa Ragunan mendapatkan dua anggota keluarga baru. Seekor anak gajah jantan dan seekor anak jerapah jantan itu lahir bersamaan pada 5 September 2022 lalu.
Anak gajah jantan itu lahir setelah dikandung selama 22 bulan dan merupakan anak kedua dari induk bernama Putri serta gajah jantan bernama Arli.
Anak gajah itu kemudian diberi nama Unggul oleh Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Ia pun menyempatkan memberi makan Unggul secara langsung saat meninjau Ragunan pada hari ini, Jumat (3/2).
Baca juga: Taman Margasatwa Ragunan Kini Ada Fasilitas Perpustakaan Daring
"Ya semoga dia bisa unggul, lebih unggul dari bapak dan ibunya," ujar Heru, Jumat (3/2).
Sementara, untuk anak jerapah jantan, Heru memberi nama Tazoo, yang merupakan singkatan dari nama kebun binatang di Australia, Taronga Zoo. Ayah dan ibu Tazoo merupakan sepasang jerapah pemberian dari kebun binatang tersebut.
"Ya supaya diingat asal bapak ibunya dari sana," kata Heru.
Pemberian nama satwa oleh orang nomor satu di Ibu kota itu sudah lazim dilakukan sejak era kepemimpinan Mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Orangtua Tazoo diberi nama oleh Ahok yakni Dirga untuk jerapah jantan dan Ayuri untuk jerapah betina.
Penamaan ini bermakna peringatan HUT RI. Sebab, kedatangan kedua jerapah jantan itu berdekatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan.
Kemudian, pada 2019 lalu, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberi nama pada anak pertama Dirga dan Ayuri yakni Julang.
Pemberian nama jerapah jantan itu dimaknai agar dapat memiliki harapan yang menjulang tinggi seperti tubuh jerapah.
Heru pun berpesan agar satwa di Ragunan dijaga dengan baik. Selain itu, ia juga meminta agar pohon-pohon berusia puluhan tahun di Ragunan bisa dijaga dan dilestarikan. Dalam penataan atua beautifikasi yang akan dilakukan, jangan sampai menebang pohon sembarangan. (OL-1)
PRESIDEN Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi presiden atau Inpers untuk memperkuat upaya konservasi satwa liar, khususnya penyelamatan populasi gajah di Indonesia.
Kementerian Kehutanan menargetkan pemulihan kawasan hutan seluas sekitar 80.978 hektare yang menjadi koridor gajah.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Seekor anak Gajah Sumatra dari populasi liar ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, tepatnya di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I
Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum Kehutanan) mengintensifkan penyelidikan untuk membongkar jaringan di balik pembunuhan seekor gajah Sumatera di Provinsi Riau.
TNWK merencanakan penguatan infrastruktur pengamanan kawasan, meliputi pembangunan tanggul dan kanal, pagar pengaman, tembok penahan tanah, serta pembatas permanen.
Jerapah betina itu berwarna cokelat solid tanpa ciri khas spesiesnya yang membantu mereka melakukan kamuflase di alam liar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved