Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Polres Metro Bekasi masih tetap mengizinkan kegiatan konser dan hiburan berskala besar digelar di daerah industri terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Asalkan sesuai kelayakan hasil asesmen aspek pengamanannya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya dan Polres Metro Bekasi Kota tidak lagi mengizinkan konser berskala besar. Kebijakan itu terkait konser musik berdendang bergoyang yang kelebihan penonton sehingga mengakibatkan jatuh pingsannya puluhan penonton.
"Bukan soal besar kecil. Tapi kita asesmen dulu aspek kesiapan pengamaannya. Kalau gak layak tidak kita izinkan," kata Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar (Kombes) Gidion Arif Setyawan kepada Media Indonesia, Kamis (3/10).
Ia menjelaskan, kelayakan perizinan sebuah konser musik dan hiburan tergantung pada hasil asesmen. Diantaranya penilaian atas perkiraan jumlah penonton, kapasitas tempat, dan jumlah personel pengamanannya.
"Layak atau tidaknya ya berdasarkan jumlah asesmennya," ujar Gidion.
Sementara Polres Metro Bekasi tidak akan memberikan izin terhadap kegiatan konser berskala besar di Kota Bekasi. Meskipun konser tersebut digelar pada lapangan terbuka.
"Melihat kondisi yang ada mulai berikutnya kami tidak mengizinkan konser-konser berskala besar di lapangan terbuka karena banyak mudaratnya dan menimbulkan hal-hal yang kurang baik," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki.
Ia mengungkapkan, pengecualian izin konser diberikan apabila penyelenggara mengadakan konser di gedung. Pasalnya, konser di dalam gedung bisa meminimalisir adanya kelebihan (over crowded) penonton dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat.
"Kecuali mereka di gedung dengan jumlah kapasitas tiket dijual, penonton berapa yang hadir, dan kerawanan itu bisa diminimalisir," pungkas Hengki. (OL-12)
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
PEMERINTAH Kabupaten Bekasi meminta otoritas terkait memperpanjang durasi penerapan teknologi modifikasi cuaca hingga potensi hujan ekstrem bisa lebih rendah.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendatangi langsung permukiman terdampak banjir di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (19/1).
Wali Kota menyampaikan, pembukaan jalan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam menyediakan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved