Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA masih antusias ingin mendapatkan vaksinasi covid-19 baik itu vaksin primer maupun vaksin penguat atau booster. Hal itu dapat dilihat dari komentar warga di akun Instagram Dinkes DKI yang mengeluhkan tidak mendapat kuota untuk bisa vaksin covid-19 di puskesmas.
Kepala Dinkes DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, vaksinasi covid-19 yang baru diterima dari Kemenkes telah didistribusikan di akhir pekan kemarin ke seluruh puskesmas di Jakarta.
Baca juga: Komunitas Sopir Truk Dukung Ganjar Berbagi Sembako di Jakarta Utara
Puskesmas pun perlu waktu untuk membuka kuota yang lebih banyak. Setiap fasilitas kesehatan memiliki kebutuhan waktu yang berbeda-beda dalam mempersiapkan diri agar bisa melayani masyarakat dalam memberikan vaksinasi covid-19.
"Ya namanya juga baru dibuka lagi ya mungkin lagi disesuaikan. Kadang-kadang kan tidak serentak semua siap dalam tanda kutip tidak semua tempat layanan. Kan kita melihat kapasitas. Pertama adalah SDM yang ada saat libur kemarin. Kemudian, ketersediaan yang sudah betul-betul siap di lapangan," ujarnya di Balai Kota, Senin (31/10).
Widyastuti menjelaskan umumnya setiap faskes menjatah kuota vaksin sebanyak 200 orang per hari. Namun, dalam kenyatannya di lapangan, warga yang divaksin jumlahnya lebih dari angka itu. Hal itu disebabkan antusiasme masyarakat yang tinggi sehingga ada warga yang langsung datang tanpa mendaftarkan diri sebelumnya di aplikasi JAKI.
Ia pun berupaya agar puskesmas dapat mengakomodir semua masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin.
"Kita sih buka seluas-luasnya sesuai dengan kesanggupan dari SDM maupun ketersediaan tenaga dan tentu pendaftar. Kadang-kadang kan masih ada (pendaftar) yang on the spot ya. Jadi kita mengakomodir dari berbagai upaya," tuturnya.
Sebelumnya, Dinkes DKI menerima 32 ribu vial vaksin Prizer dari Kemenkes pada pekan lalu. Widyastuti menjelaskan jumlah tersebut setara 204 ribuan dosis vaksin. Namun, jumlah dosis itu bisa berubah sesuai kebutuhan di lapangan. Sebab, untuk vaksin primer atau vaksin 1 dan 2 membutuhkan dosis yang lebih banyak. Sementara untuk vaksin penguat dosisnya lebih sedikit. (OL-6)
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
"Puskesmas itu berada di 18 dari 23 kabupaten/kota yang terdampak bencana. Sudah bisa melayani kesehatan masyarakat,"
Pembangunan dan pengoperasian puskesmas ini merupakan perwujudan kehadiran pemerintah dalam menjamin layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses warga.
BAYANGKAN di suatu pagi di sebuah puskesmas, antrean sudah mengular sejak matahari belum tinggi.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat saat ini ada 10.300 puskesmas di Indonesia, jumlah tersebut termasuk 2.652 yang kategori puskesmas terpencil dan sangat terpencil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved