Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
REVITALISASI Halte Transjakarta Bundaran HI diprotes sejarahwa JJ Rizal karena dianggap mengganggu visualisasi kawasan Bundaran HI yang berstatus objek diduga cagar budaya (ODCB). Mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana menegaskan pembangunan akan tetap berlanjut.
Ia menjelaskan sebelumnya pihaknya pernah memberikan beberapa saran lisan mengenai pembangunan tersebut. Namun, ia menegaskan rekomendasi atau saran yang diberikan tak bersifat memaksa dan tidak memengaruhi perizinan terhadap pembangunan halte tersebut. "Jalan terus, engga ada urusan, jalan terus saja," ujar Iwan saat dihubungi, Jumat (30/9).
Adapun Tim Ahli Cagar Budaya (TACB), menurut Iwan, telah melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan sebelum pembangunan dilakukan. Saran dan kajian juga sudah dilakukan dan diberikan dari TACB ke Transjakarta.
Transjakarta pun dinilainya sudah melakukan pembangunan sesuai dengan ketentuan. "Kita sangat menghormati apa yang dimaksud dengan kawasan cagar budaya tapi kita juga tidak bisa menghindari perkembangan sebuah peradaban, teknologi maju, kemudian kebutuhan ruang masyarakat, kita hormati setiap pendapat, dari Pak JJ Rizal karena dia adalah salah satu anggota dari Tim Sidang Pemugaran (TSP). Tapi sudah ada kajian dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) terkait kawasan itu," tuturnya. (OL-12)
Sepanjang tahun 2025 lalu, Pemkot Bandung telah resmi menetapkan Pendopo Kota Bandung dan Markas Kodam III/Siliwangi bersama 19 objek bangunan lainnya sebagai cagar budaya.
Pentingnya perencanaan matang agar pengerjaan fisik tidak tumpang tindih.
Pramono Anung menegaskan rencana pembangunan gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) setinggi 40 lantai di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) tidak bisa mengabaikan status cagar budaya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons rencana Prabowo Subianto membangun gedung MUI di Bundaran HI yang merupakan cagar budaya
Hal yang sering sekali terlihat kurang dalam pemanfaatan cagar budaya disebabkan oleh titik berat dan bobotnya lebih berat kepada komersialisasi pariwisata.
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved