Minggu 07 Agustus 2022, 23:15 WIB

IPW: Jika Terbukti Hilangkan Barang Bukti, Ferdy Sambo Dapat Dipecat dan Dipidana

Rahmatul Fajri | Megapolitan
IPW: Jika Terbukti Hilangkan Barang Bukti, Ferdy Sambo Dapat Dipecat dan Dipidana

ANTARA
Irjen Ferdy Sambo

 

INDONESIA Police Watch (IPW) menilai Irjen Ferdy Sambo dapat dipecat dari Korps Bhayangkara jika terbukti merusak, menghilangkan barang bukti terkait kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Ketua IPW Sugeng Tegus Santoso mengatakan sebelumnya Ferdy Sambo ditempatkan di tempat khusus yaitu Mako Brimob Polri. Ferdy diduga telah melanggar kode etik dalam penanganan tempat kejadian perkara tewasnya Brigadir J.

Ia menyebut Ferdy bisa dipecat atas perbuatannya telah melanggar kode etik, seperti mengambil rekaman CCTV dan menghilangkan barang bukti di lokasi kejadian. "Dengan pelanggaran kode etik berat yaitu merusak TKP dan menghilangkan barang bukti, pistol, proyektil, dan lain-lain. Untuk pelanggaran kode etik FS dapat dipecat," kata Sugeng dalam keterangan tertulis, Minggu (7/8).

Jika Ferdy Sambo terbukti melanggar kode etik, maka secara otomatis juga melakukan perbuatan pidana yaitu melanggar Pasal 221 KUHP Jo Pasal 233 KUHP. Adapun Pasal 221 ayat (1) KUHP menyebutkan, barang siapa dengan sengaja menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan atau yang dituntut karena kejahatan, atau barang siapa memberi pertolongan kepadanya untuk menghindari penyidikan atau penahanan oleh penjahat kehakiman atau kepolisian, atau oleh orang lain yang menurut ketentuan undang-undang terus menerus atau untuk sementara waktu diserahi menjalankan jabatan kepolisian.

Sedangkan Pasal 233 KUHP menyebutkan, barang siapa dengan sengaja menghancurkan, merusak, membikin tak dapat dipakai, menghilangkan barang-barang yang digunakan untuk meyakinkan atau membuktika sesuatu di muka penguasa yang berwenang, akta-akta, surat-surat atau daftar-daftar yang atas perintah penguasa umum, terus menerus atau untuk sementara waktu disimpan, atau diserahkan kepada seorang pejabat, ataupun kepada orang lain untuk kepentingan umum, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Bahkan, jika nantinya Ferdi Sambo telah terbukti melakukan perbuatan dengan memerintahkan mengambil CCTV yang nyatanya bukan miliknya, maka juga dapat dikenakan Pasal 362 KUHP Juncto Pasal 56. "Ancamannya 5 tahun. Sehingga bisa ditahan untuk kepentingan menunggu pemeriksaan perkara pokok matinya Brigadir J yang diusut dengan Pasal 338 KUHP Juncto 55 dan 56 KUHP," jelasnya. (OL-15)

Baca Juga

Antara

Pengelola TMII Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Oktober 2022, 00:56 WIB
Sejak diresmikan pada 1975, TMII belum pernah direnovasi secara...
Antara/Aditya Pradana Putra.

Anies Hibahkan 15 Mobil Damkar Bekas kepada 14 Daerah

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 21:09 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghibahkan 15 mobil pemadam kebakaran (damkar) bekas yang masih layak kepada 14 pemerintah...
ANTARA/Galih Pradipta

Daerah Cekungan Masih Banjir, Gubernur DKI: Sumur Resapan Solusinya

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 18:15 WIB
Di lokasi tersebut program pengendalian banjir yang tepat, kata Anies, adalah sumur...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya