Kamis 12 Mei 2022, 17:11 WIB

Sejarah Peristiwa Kerusuhan Mei 1998

Pierre Lavender | Megapolitan
Sejarah Peristiwa Kerusuhan Mei 1998

Antara/Aprillio Akbar.
Sejumlah keluarga korban tragedi Mei 1998 berdoa saat mengikuti Refleksi 21 Tahun Tragedi Mei 1998, Mal Klender, Jakarta.

 

EKONOMI Indonesia mulai goncang pada awal 1998. Ini akibat krisis finansial Asia sepanjang 1997-1999. Kegoncangan ekonomi ditandai dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang semakin anjlok dari 2.380 lompat menjadi 16-17 ribuan. 

Utang luar negeri juga terus membengkak sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah turun drastis. Bantuan IMF yang digadang-gadang untuk membantu ternyata dinilai semakin memperparah keadaan Indonesia. Bank pun kewalahan melayani nasabah yang mengambil dananya secara besar-besaran.

Kerusuhan 1998

Salah satu peristiwa yang muncul dari dampak krisis moneter itu ialah kerusuhan pada 13 Mei-15 Mei 1998, khususnya di Ibu Kota Jakarta. Hal itu juga terjadi di beberapa daerah lain. Pada kerusuhan ini banyak toko dan perusahaan dihancurkan oleh amuk massa, terutama milik warga Indonesia keturunan Tionghoa. Konsentrasi kerusuhan terbesar terjadi di Jakarta, Medan dan Surakarta. 

Tragedi Trisakti

Tragedi Trisakti ialah peristiwa penembakan pada 12 Mei 1998 terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Presiden kedua RI Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta,Indonesia serta puluhan lainnya luka. Mereka yang tewas ialah Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977-1998), Hafidin Royan (1976-1998), dan Hendriawan Sie (1975 - 1998). 

Baca juga: Ada Hepatitis Akut, Pemprov DKI Masih Lanjutkan PTM

Mereka tewas tertembak di dalam kampus dan terkena peluru tajam di tempat-tempat vital. Akibatnya, mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke Gedung DPR/MPR, termasuk mahasiswa Universitas Trisakti.

Pada pukul 20.00 dipastikan empat mahasiswa tewas tertembak dan satu dalam keadaan kritis. Meskipun pihak aparat keamanan membantah telah menggunakan peluru tajam, hasil autopsi menunjukkan kematian disebabkan peluru tajam. Hasil sementara diprediksi peluru tersebut hasil pantulan dari tanah peluru tajam untuk tembakan peringatan. (OL-14)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Di Jakarta, Kosmecare Goes to School Sambangi Tujuh Sekolah

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 14:55 WIB
Setelah hadir di beberapa kota, rangkaian Kosmecare Goes to School hadir di DKI Jakarta pada 26-27 September...
MI/Ramdani

Tak Lagi Berorientasi Kendaraan Pribadi, Pertumbuhan Jalan di Jakarta Hanya 0,01%

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 29 September 2022, 13:31 WIB
Pemprov DKI fokus membangun transportasi massal dan pengembangan kota yang berorientasi transit atau transit oriented development...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Kombes Murbani Terima Sanksi Demosi 1 Tahun Buntut Kasus Tewasnya Brigadir J

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Kamis 29 September 2022, 12:58 WIB
"Sanksi administratif, yaitu mutasi bersifat demosi selama 1 tahun semenjak dimutasikan ke Yanma...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya