Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov DKI bakal mengebut program pengendalian banjir tahun ini setelah sempat terhambat karena pandemi covid-19 pada 2020-2021.
Adanya pandemi membuat anggaran Pemprov DKI yang berkurang harus dimaksimalkan untuk kesehatan dan bantuan sosial serta program di sektor lainnya.
"Kendalanya cuma masalah pendanaan saja. Kita kan harus berbagi ya. Pendanaan yang terbatas harus dibagi program-programnya, daerah-daerahnya. Semua anggaran kita pusatkan untuk banjir kan tidak bisa. Kan ada program transportasi, pendidikan, dan lain-lain," kata Riza di Balai Kota, Selasa (8/3).
Sementara itu, mulai akhir tahun lalu dan tahun ini Pemprov DKI bakal memanfaatkan sebagian dana pinjaman dari pemerintah pusat melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk program pengendalian banjir.
"Memang ada keterbatasan karena covid, keterbatasan dana. Jadi belum semua bisa dilakukan revitalisasi, tapi tahun ini cukup besar ya perhatian kita. Upaya pengendalian banjir dengan revitalisasi sungai, waduk, kemudian pompa-pompa. Insyaallah di periode ini akan banyak perubahan yang lebih baik terhadap pengendalian banjir," tuturnya.
Baca juga: Si Pitung dan Si Jampang Jadi Andalan Keruk Lumpur di Waduk Pluit
Salah satu program untuk pengendalian banjir yang dijalankan tahun ini adalah pembangunan 9 polder, penataan 4 waduk, dan pembangunan 2 sungai.
Pembangunan 9 polder berlokasi di Kelapa Gading, Marunda, Muara Angke, Teluk Gong, Mangga Dua, Pulomas, Adhyaksa, Green Garden, dan Kamal. Kemudian 4 waduk yang bakal dilakukan penataan yakni Pondok Ranggon, Embung wWrajasa, Lebak Bulus, dan Brigif. Terakhir 2 sungai yang akan dibangun oleh Pemprov DKI berlokasi di dekat Museum Bahari dan Pasar Baru.(OL-5)
Keduanya diduga terseret arus ke bagian tengah waduk yang lebih dalam.
Upaya mitigasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menyiagakan pompa, pengerukan badan air, hingga optimalisasi sistem drainase dan waduk.
Perlu pembuatan sistem pencegahan banjir yang cukup besar seperti waduk atau embung
Penambahan bukaan pintu pelimpah air dilakukan lantaran kian meningkatnya curah hujan di wilayah hulu waduk.
Di tengah kota Jakarta akan dibangun juga sumur-sumur resapan dan biopori agar tanah air di Jakarta ini sendiri juga bertambah.
Seluruh elemen masyarakat Jakarta diimbau dapat turut serta menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan BPBD Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), besok (27/1), BMKG memprediksi akan terjadi hujan lebat di DKI Jakarta, Selasa (27/1).
Pramono Anung menyiapkan 200 ekskavator untuk melakukan pengerukan di lima wilayah Jakarta cegah banjir. Sebab, BMKG memprediksi bahwa akan terjadi hujan lebat di DKI Jakarta, besok
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, sebanyak 200 ekskavator telah dikerahkan untuk pengerukan. Sebab, Jakarta diprediksi masih akan diguyur hujan lebat.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menepis tudingan pihaknya hanya mengulang skema lama dalam menangani persoalan banjir Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved