Rabu 23 Februari 2022, 15:35 WIB

Produsen Tahu Tempe DKI Minta Bulog Urus Tata Kelola Kedelai 

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Produsen Tahu Tempe DKI Minta Bulog Urus Tata Kelola Kedelai 

MI/Andri Widiyanto
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di pabrik kawasan Duren Tiga, Jakarta.

 

PUSAT Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) DKI Jakarta meminta agar tata kelola niaga kedelai dikembalikan kepada Bulog. Hal tersebut sudah terjadi sebelum era 1998. 

Setelah 1998, tata kelola kedelai diberikan kepada pihak swasta. Kebijakan itu yang diduga menyebabkan pemerintah sulit mengendalikan harga kedelai.

Permintaan ini diadukan Puskopti DKI kepada Ketua DPRD DKI Jakarta, yang juga anggota Fraksi PDIP, Prasetyo Edi Marsudi, melalui audiensi di Gedung DPRD DKI. Prasetyo pun segera menghubungi Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo. 

Baca juga: Pengusaha Tahu Tempe Keluhkan Harga Kedelai

Arief yang baru saja dilantik, meminta agar ada surat permohonan resmi yang dilayangkan kepada Badan Pangan Nasional. "Ini ada penjelasan dari Arief Prasetyo, Kepala Badan Pangan. Soal kedelai, silakan membuat surat kepada Bulog. Tembusannya kepada Badan Pangan Nasional," jelas Prasetyo, Rabu (23/2).

Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan bahwa tata kelola harga kedelai impor sesungguhnya berada di tangan pemerintah pusat. Namun, pihaknya berupaya membantu masyarakat, khususnya pengusaha tahu tempe, yang saat ini mengalami kesulitan.

Baca juga: Perajin Tahu Tempe di Sidoarjo Setop Produksi Selama Tiga Hari

Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono menyatakan pihaknya segera memanggil direksi BUMD DKI yang bergerak di bidang pangan. Tujuannya, mencari solusi atas persoalan tersebut.

"Ada rencana untuk membicarakan ini dengan PT Food Station Tjipinang Jaya. Ini urusannya sudah menyentuh masyarakat. Makanan tempe tahu itu dasar sekali. Pak Jokowi saja, kalau makan harus ada tempe tahu," tutur Gembong.(OL-11)


 

Baca Juga

Antara

Kasus Aktif Covid-19 Kota Bekasi Tembus 524 Orang

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 23:43 WIB
Ia menjelaskan, sejauh ini total kasus kumulatif sebanyak 164.558...
Dok. Primaya Hospital

Primaya Hospital Berikan Layanan Khitan Gratis di Gandaria

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:30 WIB
Sirkumsisi atau khitan merupakan salah satu tindakan medis yang bermanfaat bagi...
MI/Ramdani

Anies Deklarasikan Jakarta Sebagai Kota Global

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:02 WIB
Menurut Anies Baswedan, ada sejumlah indikator yang membuat Jakarta layak sebagai kota global. Seperti, didukung sarana berstandar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya