Kamis 27 Januari 2022, 15:05 WIB

Kasus Covid-19 Naik, Dinkes DKI Belum Putuskan Penghentian PTM 100% 

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Kasus Covid-19 Naik, Dinkes DKI Belum Putuskan Penghentian PTM 100% 

MI/VICKY GUSTIAWAN
Siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN 05 Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Selasa (4/1/2022).

 

KASUS covid-19 di Jakarta terus meningkat. Hingga kini telah ada lebih dari 14 ribu kasus aktif covid-19 di Ibukota.

Namun demikian, Dinas Kesehatan DKI Jakarta belum memberikan rekomendasi untuk menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) 100%.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia mengungkapkan prosedur PTM 100% masih terus akan tetap berjalan.

Sekolah akan ditutup sementara dan mengalihkan metode belajar ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila terdapat kasus covid-19 di sekolah tersebut.

"Prinsipnya pada saat sekolah ada kasus maka sekolah tersebut mengalihkan pembelajaran ke pembelajaran jarak jauh selama lima hari. Sehingga pada kesempatan lima hari itu bisa tracing memutus rantai penularan kemudian bisa desinfeksi," kata Dwi saat dihubungi, Kamis (27/1).

Dalam lima hari pengalihan ke PJJ tersebut, sekolah juga diminta untuk melakukan evaluasi terhadap penerapan protokol kesehatan.

"Sehingga setelah lima hari sekolah kembali ke tatap muka kemudian sudah lebih baik penerapan prokes dan sudah putus rantai penularan," ujarnya.

Sementara itu, menurut dia, ada sekolah yang masih diperbolehkan melakukan PTM 100% meski terdapat peserta didik di sekolah tersebut yang terinfeksi covid-19.

"Jadi kita melihat sejauh mana ada risiko perluasan dari kasus. Artinya kalau kita lihat berdasarkan penelusuran dari sekolah, penularan pada kelompok kecil, cuma risiko satu kelas nih. .ungkin saja puskesmas memberikan rekomendasi untuk tidak perlu sampai menutup seluruh proses pembelajaran," jelasnya.

"Itu bagian yang juga sudah diatur dalam PTM. Artinya melakukan tracing dan jajaran kesehatan mengukur sejauh mana ada potensi perluasan kasus," ujar Dwi.

"Sehingga kita melakukan upaya pemutusan rantai penularan itu bisa tepat sasaran, tidak berlebihan tapi juga tidak terlalu ketat," katanya.

"Tidak terlalu longgar tapi juga tidak terlalu ketat. Sesuai dengan risiko yang kita lihat berdasarkan penelusuran wawancara pada kasus yang positif atau orang lain yang ada di sekitarnya," tutur Dwi.

Di sisi lain, ia telah memperketat peraturan bagi peserta didik yang boleh mengikuti PTM 100%. Bagi peserta didik yang menjadi kontak erat dengan pasien positif covid-19 tidak boleh mengikuti PTM.

Begitupun peserta didik yang memiliki keluhan kesehatan atau gejala sakit tidak diperbolehkan mengikuti PTM. Hal ini guna mencegah penyebaran kasus covid-19 dari keluarga ke rumah. (Put/OL-09)

Baca Juga

MI/SUSANTO

Bukan Hanya Thamrin-Sudirman, Ada 5 Lokasi Alternatif Untuk CFD

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 15:15 WIB
CFD mulai berlaku pada hari Minggu, 22 Mei 2022 besok dimulai pada pukul 06.00 sampai pukul 10.00...
Ist

Polisi Tangkap Lima Pelaku Penggelapan Kerupuk Senilai Rp3 Miliar

👤Sumantri 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 14:33 WIB
Gara-gara menggelapkan kerupuk senilai Rp3 miliar, tiga orang karyawan PT Tanindo Prima Multi ditangkap Polresta Tangerang di Tangerang,...
ilustrasi

Aksi Buruh, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin Kawasan Patung Kuda Dan DPR

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 12:15 WIB
Massa terpecah menjadi dua lokasi yakni Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat dan Gedung...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya