Jumat 05 November 2021, 13:42 WIB

Terlapor Investasi Kripto Edc Cash Akui Aplikasinya Bodong

Hilda Julaika | Megapolitan
Terlapor Investasi Kripto Edc Cash Akui Aplikasinya Bodong

Ozan KOSE / AFP
Ilustrasi

 

KUASA Hukum korban penipuan investasi Edc Cash, Pitra Romadoni, mengutarakan pihak terlapor mengakui aplikasi tersebut bodong atau tidak legal.

Hal ini disampaikan oleh salah satu leader yang dilaporkan ke polisi atas nama Sururi. Surat pengakuan terlapor pun menjadi salah satu bukti yang disertakan dalam laporannya ke Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya.

“Nah mereka para terlapor ini mengakui kesalahannya dan menyatakan itu adalah investasi bodong dan ilegal. Itu pengakuan terlapor loh bukan saya ditambah lagi pengakuan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti),” kata Pitra di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/11).

Adapun surat pengakuan ini ditulis oleh satu dari dua terlapor usai adanya somasi dari pihak pengacara korban.

“Saya mempertanyakan apakah ini, kamu berbicara jujur saya bilang gitu sehingga dia membuat pernyataan tolong kami jelaskan yang sebenarnya apa yang terjadi terhadap klien saya. Dia buat surat pernyataan saya atas nama ini menyatakan bahwasanya itu adalah investasi bodong dan menimbulkan kerugian bagi Pak Imam dan meminta maaf,” paparnya.

Baca juga: PSI Tolak Anggaran Pengadaan Tanah RTH yang Naik 10 Kali Lipat

Selain. Itu, bukti lain yang dibawa olehnya berupa transfer uang kepada para leader dari investasi tersebut. Kedua, berupa surat penawaran yang menjanjikan profit.

Untuk diketahui, investasi kripto ini menggunakan aplikasi. Dengan janji keuntungn dari berapa modal yang dikirim kepada apliaksi investais tersebut akan mendapatkan keuntungan 0,5% tiap harinya.

Dengan kronologi kasus, terlapor menawarkan dan menjanjikan kepada Imam untuk melakukan investasi jangka panjang dalam bentuk koin kripto. Dengan keuntungan dari berapa modal yang dikirim kepada apliaksi investais tersebut akan mendapatkan keuntungan 0,5% tiap harinya. Selain itu, terlapor juga menjanjikan keuntungan dalam waktu 6 bulan akan mendapatkan mobil, memberangkatkan umroh dan akan membelikan rumah kepada member Edc Cash.

Pihak kuasa hukum pun mempertanyakan registrasi aplikasi investasi ini. Setelah diusut, ternyata Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyatakan aplikasi kripto ini tidak mendapatkan izin dan pengawasan di lembaganya.

Bappebti bahkan sudah menyatakan bersedia untuk menjadi ahli dan mendukung polri dalam menuntaskan kasus dugaan investasi bodong ini.

“Mankanya kita laporkan dengan pasal penipuan dan penggelapan juncto pasal 55 turut serta dalam tindak pidana,” jelasnya.

Laporan polisi tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/5539/XI/2021/Polda Metro Jaya, Tanggal 05 November 2021. (OL-4)

Baca Juga

DOK.MI

Positivity Rate Naik ke 11,1%, Kasus Covid DKI Capai 8.158

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 26 Juni 2022, 14:15 WIB
WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari...
HOLYWINGS.COM

Buntut Pelecehan Agama, Anies Diminta Cabut Izin Usaha Holywings

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 26 Juni 2022, 13:15 WIB
Pihaknya mengapresiasi langkah Polres Jakarta Selatan yang telah menetapkan enam pegawai Holywings sebagai tersangka buntut dari promosi...
Dok. IG @holywings

PAN DKI: Izin Holywings Perlu Dievaluasi

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 26 Juni 2022, 09:36 WIB
Bendahara Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Farazandi Fidinansyah sangat menyangkan minuman alkohol gratis bagi orang bernama Muhammad dan Maria...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya