Senin 01 November 2021, 18:02 WIB

Tidak Patuhi Harga Tes PCR, Izin Usaha Laboratorium di DKI Bisa Dicabut 

Selamat Saragih | Megapolitan
Tidak Patuhi Harga Tes PCR, Izin Usaha Laboratorium di DKI Bisa Dicabut 

Antara/Reno Esnir
Warga melakukan tes PCR

 

WAKIL Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengingatkan, khusus bagi laboratorium supaya mematuhi ketentuan terkait harga tes polymerase chain reaction (PCR) yang telah ditetapkan pemerintah. Jika ada laboratorium membandel atau tidak mengikuti ketentuan ini, akan dikenai sanksi dari teguran hingga pencabutan izin usaha. 

“Nanti ada tahapan-tahapan, PCR sudah diturunkan, nanti ada teguran pertama, kedua, ketiga sampai pencabutan izin (untuk laboratorium yang melanggar),” ujar Riza, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/11). 

Riza menambahkan, Pemprov DKI juga akan melakukan pengawasan dengan berpatroli untuk memastikan harga PCR sudah turun. 

Selain itu, ujar Riza, pihaknya meminta partisipasi masyarakat untuk melaporkan jika ada laboratorium yang masih membandel. 

“Sekali lagi masyarakat silakan sampaikan laporkan kepada kami di mana tempat-tempat yang belum menurunkan harga PCR, laporkan nanti ada tim dari kami yang akan mengecek memastikan serta memberikan sanksi sesuai dengan aturan ketentuan yang ada,” jelas Riza. 

Diketahui sebelumnya, pemerintah telah menetapkan harga tes usap PCR Covid-19 pada kisaran Rp275.000 untuk wilayah Jawa-Bali dan Rp300.000 luar Jawa-Bali. 

Baca juga : PCR Tak Jadi Syarat Perjalanan, Wagub DKI Antisipasi Gelombang Ketiga

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, meminta laboratorium mematuhi tarif tertinggi swab test PCR yang telah ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan surat edaran dari Dirjen Pelayanan Kesehatan. 

Untuk itu, Wiku meminta apabila didapati laboratorium yang menetapkan tarif tidak mengikuti ketetapan pemerintah, maka akan dilakukan pembinaan melalui dinas kesehatan kota/kabupaten. 

"Apabila masih tidak mengikuti aturan yang ditetapkan, maka sanksi terakhir adalah penutupan lab dan pencabutan izin operasional," ungkapnya pada konferensi pers virtual baru-baru ini tentang Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia. 

Wiku menegaskan, hasil pemeriksaan swab test PCR dengan menggunakan besaran tarif tertinggi itu dikeluarkan dengan durasi maksimal 1x24 jam dari pengambilan swab. Apabila terjadi penambahan waktu ke luar hasil, maka tidak akan meningkatkan biaya tes PCR. 

Sebagai bentuk pengawasan di lapangan, Wiku menambahkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota akan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemberlakuan pelaksanaan batas tarif tertinggi sesuai kewenangan masing-masing. 

Dia menyebutkan, evaluasi harga swab tes PCR yang dilakukan sudah melalui perhitungan biaya pengambilan dan pemeriksaan RT-PCR meliputi komponen-komponen jasa pelayanan/SDM, komponen reagen dan bahan habis pakai (BHP), komponen biaya administrasi, overhead, dan komponen biaya lainnya yang disesuaikan kondisi saat ini. (OL-7)

Baca Juga

dok.mi

Terbakar Amarah, Istri Habisi Selingkuhan Suaminya Dengan Keji

👤Hilda Julaika 🕔Senin 16 Mei 2022, 12:45 WIB
NU nekat menghabisi korban lantaran terbakar amarah karena mengetahui pesan whatsapp dari korbaan ke ponsel suaminya yang mempertanyakan...
MI/Ramdani

73,8 Persen Masyarakat Puas dengan Penyelenggaraan Mudik 2022

👤Yakub Pryatama W 🕔Senin 16 Mei 2022, 12:18 WIB
Kepuasan masyarakat tersebut tergambar dalam hasil survei yang dilakukan sejak tanggal 5 hingga 10 Mei 2022, 73,8% masyarakat Indonesia...
Ilustrasi

Kota Depok Diterjang Angin Puting Beliung, 51 Rumah Rusak

👤Kisar Rajaguguk 🕔Senin 16 Mei 2022, 12:12 WIB
Di Kecamatan Sawangan, sekitar 49 rumah serta tempat usaha rusak parah. Tembok, genteng dan plafon hancur hingga berjatuhan ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya