Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Depok belum terbebas dari perilaku warga yang buang air besar sembarangan (BABS). Buktinya, dari 63 Kelurahan, baru 34 Kelurahan yang sudah mendeklarasikan bebas dari BABS atau open defecation free (ODF).
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Depok Indra Kusuma mengatakan saat ini ada 29 kelurahan yang belum bebas BABS. " Ada 4.000 warga dari 29 kelurahan di Kota Depok yang masih BABS seperti di kali, saluran air, situ dan kebun, " katanya Rabu (6/10).
Menurut dia, perilaku BABS, bukan semata-mata karena warga tak memiliki jamban di rumahnya. Namun, hal itu dipengaruhi kebiasaan yang belum sepenuhnya bisa diubah.
Dia mencontohkan, warga yang tinggal dekat aliran kali masih ada yang terbiasa buang air besar di sungai. "Padahal, di rumah mereka sudah ada jamban. Namun, mereka lebih memilih BAB di kali," katanya.
Camat Cilodong, Kota Depok Supomo mengakui di daerah kecamatannya masih terdapat sejumlah warga yang BABS.
Baca juga: 258.390 Warga Pondokgede, Kota Bekasi, Sudah Divaksin Covid-19
Warga yang BABS umumnya yang rumahnya berada di daerah pedalaman. " Di daerah pedalaman biasanya ditemukan BABS. Kalau perkotaan kemungkinannya kecil, " katanya Rabu (6/10).
Ia menuturkan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan melalui petugas di puskesmas setempat terus memberikan sosialisasi dan penyuluhan mengenai dampak BABS. Sebab, perilaku tersebut rentan menimbulkan berbagai penyakit, seperti diare.
Supomo mengungkapkan, permukiman yang belum bebas dari BABS itu tersebar di sejumlah perkampungan yang ada dekat aliran kali, menjadi perhatian pihaknya untuk diberikan sosialisasi.
"Ada sejumlah perkampungan di Kecamatan Cilodong yang terus kami bina dan diberi penyuluhan tentang bahaya BABS.
Dia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok untuk menyediakan fasilitas MCK, jamban, dan septic tank Pengadaan berbagai fasilitas ini juga mendukung terwujudnya daerah bebas BABS.
Sebab, kuman yang dibuang akan mengalir bersama kotoran melalui air. Bahayanya, jika air yang sudah terkontaminasi itu digunakan masyarkat, maka kumannya pun rentan juga menular.
Penyebab penularan diare dari air yang tercemar pembuangan air besar atau hajat itu dikarenakan adanya bakteri ekoli. (OL-4)
INSIDEN mobil hanyut terbawa arus kali akibat banjir bandang dan hujan deras melanda wilayah Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin malam, 23 Maret 2026.
Hujan deras menyebabkan empat tanggul kali di Depok jebol dan memicu banjir. Ribuan kepala keluarga terdampak, penanganan darurat masih berlangsung.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Ketinggian air di Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 serta Perumahan Taman Duta mencapai 70-80 sentimeter hingga saat ini air belum surut.
WARGA Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat, dibuat heboh oleh penemuan seorang bayi baru lahir dan masih hidup di sudut rumah warga, Kamis (19/3/2026) pagi.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved