Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA antisipasi banjir saat musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara bangun tiga waduk yang akan difungsikan sebagai kolam retensi dalam rangka menghadapi datangnya musim hujan.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Jakarta Utara Adrian Mara Maulana menerangkan tiga waduk tersebut berlokasi di Kecamatan Cilincing, yakni Waduk Belibis, Kesatrian, dan Rawa Malang.
"Saat ini progres pengerjaan waduk diperkirakan sudah mencapai 50 persen," ujarnya.
Baca juga: Disdik Kota Bekasi: Tidak Ada Paksaan Pelajar Beli Seragam Baru
Rencananya, tiga waduk ini akan menampung air hujan yang nantinya kembali dialirkan melalui saluran air yang bermuara ke laut menggunakan mesin pompa mobile.
"Sudah bisa kami uji coba di musim hujan tahun ini. Pengerjaannya harus berjalan karena standar waduk harus ada, misalkan sheetpile dan in-out (aliran air keluar masuk)," ungkapnya.
Sementara ini, kata Adrian, pkhaknya masih menggunakan pompa mobile yang berada di lokasi.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Utara terus melakukan upaya-upaya pencegahan banjir saat musim hujan tiba.
Tak hanya membangun tiga waduk, Pemkot Jakut juga telah memetakan titik genangan dengan koordinasi antar-unit pelaksana kerja daerah (UKPD), camat, lurah, pemangku kepentingan (stakeholders), dan elemen masyarakat. (H-3)
Tim di lapangan terus melakukan upaya penanganan untuk mempercepat surutnya air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat ada 90 RT dan enam ruas jalan di Jakarta terendam banjir dampak tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Ibu Kota dan sekitarnya
Langkah proaktif ini bertujuan untuk memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah padat penduduk, guna meminimalisasi potensi genangan maupun banjir
Kemacetan terjadi akibat banjir dan genangan di sejumlah titik setelah hujan deras mengguyur Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya sejak malam.
Peningkatan signifikan muka air terjadi pascahujan lebat yang mengguyur sejak Kamis (19/2) malam.
Banjir melanda Jakarta Timur, Jumat (20/2/2026). 1.382 jiwa terdampak di Jatinegara hingga Cawang. Meski air capai 1,2 meter, warga belum ada yang mengungsi.
Keduanya diduga terseret arus ke bagian tengah waduk yang lebih dalam.
Upaya mitigasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menyiagakan pompa, pengerukan badan air, hingga optimalisasi sistem drainase dan waduk.
Perlu pembuatan sistem pencegahan banjir yang cukup besar seperti waduk atau embung
Penambahan bukaan pintu pelimpah air dilakukan lantaran kian meningkatnya curah hujan di wilayah hulu waduk.
Di tengah kota Jakarta akan dibangun juga sumur-sumur resapan dan biopori agar tanah air di Jakarta ini sendiri juga bertambah.
Seluruh elemen masyarakat Jakarta diimbau dapat turut serta menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved