Rabu 15 September 2021, 20:30 WIB

Polisi Ungkap Pabrik Rumahan Ekstasi Palsu di Jakarta Pusat

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Polisi Ungkap Pabrik Rumahan Ekstasi Palsu di Jakarta Pusat

Dok.MI
Ilustrasi

 

SATUAN Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat membongkar pabrik rumahan yang memproduksi ekstasi palsu dengan berbagai cap logo dan varian warna di Johar Baru, Jakarta Pusat.

Waka Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heryanto mengatakan terungkapnya pabrik ekstasi palsu itu berawal dari maraknya pelaku kejahatan jalanan dan pelaku tawuran yang diamankan Polsek dan Polres. Dari keterangannya, para pelaku kejahatan yang diamankan, mengaku terindikasi mengonsumsi narkoba. Setelah itu polisi melakukan penyelidikan dan membongkar pabrik pembuatan ekstasi palsu.

Setyo mengatakan polisi awalnya menangkap IS di sebuah indekos di Johar Baru, Jakarta Pusat. Polisi kemudian menggeledah indekos tersebut dan menemukan sejumlah psikotropika dan obat-obatan, beserta mesin cetak manual dan pewarna spidol yang akan diracik menjadi ekstasi palsu.

Polisi kemudian menyelidiki lebih lanjut dan menangkap MN dan RR yang menjalankan pabrik rumahan tersebut.

Baca juga: Polisi Tangkap Pembobol ATM Modus Skimming Asal Rusia di Jakarta

"Ketiga tersangka berinisial IS, MN dan PR, mereka kedapatan memproduksi ekstasi palsu secara rumahan. Ini disebut ekstasi palsu karena bahannya Diazepam, Clorilex Clozapine dan Kina," kata Setyo di Polres Jakarta Pusat, Rabu (15/9).

Lebih lanjut, Setyo mengatakan ketiga pelaku telah menjalankan pabrik rumahan tersebut selama lima bulan dan telah meraup jutaan rupiah dari penjualan ekstasi palsu tersebut. Para pelaku memasarkan ekstasi palsu tersebut di wilayah DKI Jakarta.

"Mereka menghasilkan 3 ribu butir ekstasi palsu. Nilai keuntungan sangat fantastis, karena modal perbutir mereka hanya Rp5 ribu per butir dan mereka menjual Rp200 ribu per butir," ujarnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 60 ayat (1) b Subsider Pasal 62 UURI No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU Kesehatan jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.(OL-4)

Baca Juga

Ist

Dosen UNJ Kembangkan Literasi Bahasa Asing di TBM Bukit Duri Bercerita

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 17 September 2021, 20:26 WIB
Sejumlah dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melakukan pengabdikan masyarakat sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi di...
Dok. akun YouTube MuhammadKece

Polri: Muhammad Kece Dianiaya Tahanan Rutan Bareskrim

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 17 September 2021, 20:14 WIB
YouTuber yang menjadi tersangka kasus penistaan agama itu telah melaporkan pelaku penganiayaan terhadap dirinya selama berada di Rutan...
Ilustrasi

Youtuber Savas Fresh jadi Tersangka Setelah Dilaporkan Atta Halilintar

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 17 September 2021, 20:11 WIB
"Saat ini sedang dalam proses penyelidikan dan tersangka sudah kita lakukan penahanan," terang Azis, di Polres Jaksel, Jakarta,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya