Selasa 07 September 2021, 09:56 WIB

Vaksinasi Moderna Khusus Warga Komorbid Digelar di Tujuh RS Kota Bogor

Dede Susanti | Megapolitan
Vaksinasi Moderna Khusus Warga Komorbid Digelar di Tujuh RS Kota Bogor

MI/Dok Humas Pemkot Bogor
Seorang nakes menyuntikan vaksin covid-19 Moderna kepada penyandnag komorbid di Bogor.

 

BERGANDENGAN dengan sejumlah pihak swasta, Pemerintah Kota Bogor menggelar vaksinasi covid-19 khusus untuk warga dengan komorbid. Pelaksanaan penyuntikan dilakukan di tujuh sentra vaksin rumah sakit rujukan yang tersebar di Kota Bogor.

Penyuntikan dengan menggunakan vaksin Moderna itu berlangsung Senin (6/9) hingga Kamis (9/9) mendatang, dengan kuota 600 orang per hari.

Bekerja sama dengan Gojek, vaksinasi dilakukan di tiga rumah sakit yakni Rumah Sakit PMI, Rumah Sakit Ummi, dan Rumah Sakit Melania

Baca juga: Lagi, Lintas Instansi di Depok Gelar Vaksinasi untuk Siswa SMP

Selain itu, Pemkot Bogor juga bekerja sama dengan Good Doctor dan Grab membuka sentra vaksinasi di empat rumah sakit, yakni RSUD Kota Bogor, Bogor Senior Hospital Bogor, RS Hermina Bogor, dan RS BMC.

"Kemarin, kuota peserta di RS PMI 162 orang, namun sampai siang ini yang datang baru sedikit padahal sudah disosialisasikan di media sosial PMI, Pemkot, dan Gojek," kata Kepala Bidang Sekretariat RS PMI Kota Bogor Niken Churniadita.

Dirilis resmi melalui Humas Pemkot Bogor, Niken, sapaannya, mengatakan pihaknya akan mencoba kembali menyampaikan informasi ini di poliklinik Rumah Sakit PMI agar semakin banyak peserta yang hadir.

Ia mengingatkan, khusus peserta vaksin dengan komorbid wajib membawa surat rekomendasi dari dokter yang merawat, surat ini turut dilampirkan dengan persyaratan lainnya seperti KTP dan kartu kendali.

"Selebihnya sama, termasuk dosis vaksinnya tapi untuk komorbid dipilih jenis vaksin yang keampuhannya tinggi dan efek sampingnya lebih rendah seperti Moderna," imbuhnya.

Pembukaan gerai vaksinasi di RS PMI, lanjutnya, sebagai salah satu upaya membantu penanganan covid-19, agar pandemi segera berakhir.

Terlebih bagi peserta komorbid akan lebih nyaman jika melakukan vaksinasi di rumah sakit, karena di sini tidak sepadat sentral vaksin lainnya mengingat peserta komorbid lebih berisiko.

"Insya Allah kami bisa berlanjut memfasilitasi tempat vaksin selama antusiasme masyarakatnya. Mungkin karena jam pelayanan sampai pukul 15.00 sore jadi yang datang satu-satu, nanti akan kami evaluasi," ungkapnya.

Adanya sentra vaksinasi yang melayani khusus warga dengan komorbid, direspon baik. Seperti dituturkan Michael Susilo, 51.

Michael menyebut keinginan untuk vaksinasi meski memiliki komorbid diakuinya sudah ada sejak awal digelarnya vaksinasi covid-19. 

Sebelum vaksinasi hari itu, ia sudah terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter syaraf yang merawatnya dan setelah diperbolehkan dokter ia tidak khawatir mengikuti vaksinasi.

Michael merupakan peserta vaksin dengan komorbid yakni penyakit autoimun Guillain Barre Syndrome (GBS). Hingga selesai observasi 30 menit, ia tidak mengalami efek samping apapun dan diizinkan pulang.

"Dokter memperbolehkan dan menyarankan agar saya divaksin jenis Moderna. Saya senang ada pelayanan vaksinasi di RS PMI, karena prokesnya juga bagus. Semoga yang kedua, Oktober nanti, juga bisa dilakukan di sini. Semoga imunitas lebih terjaga dan tetap menjalani prokes," imbuhnya.

Pun demikian dengan Sari Nurjanah, 40. Peserta vaksin ini memiliki alergi terhadap obat-obatan, antibiotik, dan makanan. 

Saat itu, ia tetap melaksanakan vaksinasi covid-19 dosis pertamanya. Sebelum melakukan vaksinasi ia melakukan terapi terlebih dahulu dan kemudian diperbolehkan vaksin dari dokter penyakit dalam yang merawatnya.

"Saya datang kondisinya sehat tidak sedang alergi, tapi sesaat setelah disuntik vaksin alergi obat-obatan saya mulai kambuh, awalnya tangan kiri saya gatal, lalu ke punggung, ke seluruh badan dan ke muka terasa kebas," ujar Warga Cikaret tersebut.

Sari menjelaskan, efek ini terjadi karena memang tubuhnya menolak hampir semua jenis obat-obatan dan antibiotik. Ia pun segera mendapatkan penanganan dari dokter RS PMI dengan diberikannya obat antialergi dan setelah berbaring sekitar 30 menit lebih, kondisinya berlangsung membaik.

"Dokter saya pun memang menyarankan agar vaksinnya di rumah sakit agar jika ada efek atau alergi kambuh bisa segera ditangani, saya harap di rumah sudah tidak ada efek samping apa-apa lagi,"katanya.

Persyaratan peserta, yakni berusia 18 tahun ke atas dan memiliki KTP Kota Bogor. Kemudian perserta belum pernah mendapatkan vaksin covid-19 sebelumnya, memiliki komorbid, dan membawa surat rekomendasi dokter, hanya untuk yang sudah mendaftar melalui aplikasi, hanya berlaku untuk yang melaksanakan vaksinasi pertama (1), tidak menerima akseptor yang terdaftar dalam vaksinasi Gotong Royong. (OL-1)

Baca Juga

dok Master Trust Law

Investasi Raja Koin Indonesia Dilaporkan Nasabahnya

👤RO/Micom 🕔Jumat 28 Januari 2022, 16:03 WIB
Nasabah tidak bisa mencairkan cek karena rekening PT MTI telah...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

DPRD DKI Kritik Studi Banding Jakpro Soal Formula E ke Arab Saudi

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 28 Januari 2022, 15:39 WIB
Karena harga tiket di Arab Saudi pasti jauh lebih mahal dari Jakarta untuk kelas tiket yang sama, sehingga menurutnya tidak ada gunanya ke...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Petani Desa Bojong Koneng Puluhan Tahun Garap Lahan Sentul

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 28 Januari 2022, 15:30 WIB
Di atas lahan seluas 3 hektare, warga menggarap lahan itu untuk bercocok tanam pertanian dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya