Jumat 30 Juli 2021, 14:15 WIB

Pelapor Serahkan Hp Berisi Rekaman Ancaman Jerinx ke Polisi

Siti Yona Hukmana | Megapolitan
Pelapor Serahkan Hp Berisi Rekaman Ancaman Jerinx ke Polisi

Ilustrasi
Ancaman lewat eletronik

 

ADAM Deni Giantara, pelapor kasus dugaan pengancaman musisi I Gede Ariastina alias Jerinx menyerahkan barang bukti ke polisi. Bukti itu berupa handphone (hp).

"Ada rekaman sekitar 1 menit 30 detik, yang intinya berisi ancaman dengan kalimat saya injak kepala kau di trotoar, itu sangat jelas dan memang dinyatakan ada unsur pidana oleh para penyidik," kata Adam Deni di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (30/7).

Adam mengaku telah menyerahkan bukti lainnya ke polisi saat pemeriksaan pertama. Namun, dia tidak menyebut bukti tersebut.

"Saat ini bukti yang saya serahkan hanya satu buah hp untuk dibawa ke tim Puslabfor dari Polda Metro Jaya," ungkap Adam.

Kasus pengancaman Jerinx kini telah naik penyidikan. Adam mengapresiasi proses hukum yang sedang berlangsung. Menurutnya hal itu bukti polisi melayani setiap laporan masyarakat.

"Karena memang saya masyarakat biasa yang menggunakan hak saya untuk menuntut keadilan, untuk menyelesaikan masalah ini. Alhamdulillah status sudah naik penyidikan, semoga saja proses ini akan tetap berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari pihak kepolisian," ujar Adam.

Kasus pengancaman Jerimx naik penyidikan setelah gelar perkara. Polisi menyatakan perbuatan Jerinx memenuhi unsur-unsur pasal yang dipersangkakan. Penyidik Polda Meto Jaya telah memeriksa Jerinx di Polda Bali pada Rabu, 28 Juli 2021. Polisi jemput bola karena Jerinx tidak bisa datang ke Jakarta karena terkendala perjalanan dalam aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

Baca juga : Kapolri Apresiasi Pelaksanaan Protokol Kesehatan di Pasar Modern BSD City

Adam melaporkan Jerinx pada Sabtu, 10 Juli 2021. Pegiat media sosial itu merasa telah diancam Jerinx melalui telepon karena dituduh sebagai pelaku yang menghilangkan akun Instagramnya.

Dugaan pengancaman itu bermula saat akun Instagram pribadi Jerinx hilang. Sebelum hilang, Jerinx memang kerap menuduh sejumlah artis mengumumkan positif covid-19 ke publik karena telah di-endorse.

Adam salah satu orang yang membalas pernyataan Jerinx di kolom komentar Instagram Jerinx tersebut. Saat itu, Adam mempertanyakan data terkait artis-artis yang di-endorse covid-19 kepada Jerinx.

Pertanyaan Adam Deni beberapa kali dibalas Jerinx. Namun, akun Instagram Jerinx hilang esok harinya pada 2 Juli 2021.

Kemudian, Jerinx menelepon Adam dan menuduh menghilangkan akun Instagramnya tersebut. Jerinx disebut melontarkan kalimat yang mengandung pengancaman.

Adam mulanya telah membuka ruang mediasi. Namun, upaya itu tidak direspons positif Jerinx. Dia menegaskan tidak akan mencabut laporan terhadap Jerinx jika suatu saat minta damai.

Jerinx diduga telah melakukan tindak pidana perbuatan disertai ancaman kekerasan dan atau pengancaman melalui media elektronik. Jerinx diduga melanggar Pasal 335 KUHP dan atau Pasal 29 juncto Pasal 45B Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA/WAHYU PUTRO A

Antisipasi Banjir, Pemkot Jakut Bangun 3 Waduk sebagai Kolam Retensi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 26 September 2021, 13:28 WIB
Tiga waduk ini akan menampung air hujan yang nantinya kembali dialirkan melalui saluran air yang bermuara ke laut menggunakan mesin pompa...
ANTARA/Suwandy

Disdik Kota Bekasi: Tidak Ada Paksaan Pelajar Beli Seragam Baru

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Minggu 26 September 2021, 10:25 WIB
Siswa-siswi yang kurang mampu bisa menggunakan seragam yang tidak harus...
MI/RAMDANI

1.500 Sekolah Bakal Pembelajaran Tatap Muka, DPRD DKI: Masih Relevan

👤¬†Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 26 September 2021, 09:52 WIB
Jika ditambah dengan 610 sekolah yang sudah menerapkan PTM sejak 30 Agustus silam, ada total 1.500 sekolah yang akan menerapkan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya