Jumat 25 Juni 2021, 13:25 WIB

Pengetatan PPKM Tak Efektif Tanpa Bantuan Bagi Warga Miskin

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pengetatan PPKM Tak Efektif Tanpa Bantuan Bagi Warga Miskin

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Polisi menggantungkan makanan pada pagar warga yang menjalani isolasi mandiri di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara

 

OMBUDSMAN RI Perwakilan Jakarta Raya menyoroti pelaksanaan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 796 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro adalah kompensasi bagi warga terdampak dalam bentuk bantuan sosial.

“Efektifitas pembatasan mobilitas warga tidak hanya bergantung pada pendekatan koersif berupa pengawasan dan penegakan Perda 2/2020 saja, namun juga kompensasi atas pembatasan tersebut,” kata Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh P. Nugroho dalam keterangan resminya, Jumat (25/6).

Pembatasan mobilitas yang rata-rata mencapai 75% di hampir semua sektor termasuk penutupan tempat hiburan dan wisata bagaimanapun akan berdampak pada daya tahan ekonomi kelompok rentandi DKI Jakarta, termasuk masyarakat yang ekonominya menurun drastis akibat dampak pandemi covid-19.

Baca juga: Pos Pelayanan Vaksin Covid-19 Layani Masyarakat Tanpa Syarat KTP Domisili

Pembatasan mobilitas selama dua minggu akan memberikan beban berat bagi para pelaku ekonomi yang basis pendapatannya harian termasuk sektor informal. Untuk itu, Ombudsman juga meminta Pemprov DKI Jakarta menyiapkan mitigasi bagi kelompok paling rentan secara ekonomi.

“Waktunya Pemprov bicara dengan DPRD untuk memastikan ketersediaan anggaran tambahan bantuan sosial afirmatif sebagai kompensasi pelaksanaan PPKM Mikro dengan Penebalan termasuk dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional karena PPKM Penebalan Mikro ini merupakan kebijakan pusat. Sekoersif apapun tindak penegakan dilakukan kepada orang yang basis ekonominya lemah, tidak mungkin menghambat mereka untuk melakukan aktivitas ekonomi terlebih sektor informal merupakan penopang ekonomi utama warga Jakarta,” lanjut Teguh.

Ombudsman berharap Kementerian Sosial dapat menjadi leading sector pendataan dan pendistribusian kompensasi bagi masyarakat yang terdampak pembatasan PPKM.

“Kami berharap setelah Mensos melakukan pembagian telur rebus bagi sejumlah warga DKI di tengah PPKM, beliau tak berhenti di sana tapi juga menjadi leading sector bagi pendataandan pendistribusian kompensasi pembatasan selama PPKM untuk mendukung pemerintah daerah yang terkena kebijakan PKKM. Kalau bisa bukan hanya Jakarta tapi daerah lainnya,” tuturnya. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Polisi Masih Lengkapi Berkas Kasus Narkoba Ardhito Pramono

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 21 Januari 2022, 16:00 WIB
Adapun keputusan rehabilitasi ini berdasarkan asesmen dari Tim Asesmen Terpadu BNNP DKI...
Ilustrasi

Cegah Omikron, Pemkot Bekasi Intensifkan Pelacakan Kontak Erat Covid-19

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Jumat 21 Januari 2022, 15:50 WIB
dalam rangka upaya pencegahan dan pengendalian perkembangan persebaran Covid-19 Varian Omicron di Kota Bekasi, Pemkot Bekasi mengambil...
FOTO/Pemkot Bekasi

Stok Minyak Goreng Aman, Warga Kota Bekasi Jangan Panic Buying

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Jumat 21 Januari 2022, 14:49 WIB
Masyarakat di Kota Bekasi diimbau untuk tidak panic buying atau memborong komoditi yang harganya sempat melambung beberapa waktu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya