Jumat 25 Juni 2021, 10:34 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, DKI Perlu Tambah Tenaga Medis

Hilda Julaika | Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, DKI Perlu Tambah Tenaga Medis

MI/ANDRI WIDIYANTO
Sejumlah tenaga medisyang bekerja di RS Daruta Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

 

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta, Gilbert Simanjuntak mendorong Pemprov DKI kembali melakukan penambahan tenaga kesehatan (nakes), khususnya yang berjuangan langsung menangani Covid-19. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kelelahan nakes yang sudah bertempur selama kurang lebih 18 bulan ini.

Terlebih saat ini sedang situasi genting penularan Covid-19. Karena kasusnya sedang melonjak tinggi. Sehingga para nakes sudah sangat kewalahan untuk menerima dan merawat pasien.

"Kondisi saat ini yang perlu dibantu adalah sarana pelayanan kesehatan yang perlu ditambah tenaga baik tenaga kesehatan dan tenaga keamanan," kata Gilbert.

Menurutnya, cadangan tenaga kesehatan perlu waktu bertahun-tahun untuk mendidiknya. Sehingga melakukan rotasi tenaga dari tempat yang sedikit kasus atau membagi beban ke sarana kesehatan lain, akan mengurangi beban.

Di samping itu tekanan yang dialami tenaga kesehatan karena penumpukan pasien di ruang gawat darurat perlu diantisipasi dengan menambah tenaga keamanan di ruang tersebut.

"Melakukan pengawasan ketat di lokus minoris seperti disebutkan di atas akan mengurangi tambahan kasus baru, membuat kurva melandai dan akan berdampak ke berkurangnya beban tenaga kesehatan," imbuhnya.

Sementara itu, lonjakan kasus Covid-19 berimbas pada penuhnya kapasitas perawatan di RS rujukan covid-19. Pasien covid-19 yang mengantre untuk mendapatkan ruang rawat inap bahkan ditampung hingga ke selasar UGD RS.

Solusinya, RS rujukan pun diminta untuk mendirikan tenda darurat di halaman RS. Tenda ini dimaksudkan untuk menjadi tempat perawatan tambahan bagi pasien covid-19. Hal ini tertuang dalam surat Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti yang ditujukan kepada seluruh Direktur RS dan Kepala RS se-DKI Jakarta.

Kebijakan ini dibenarkan oleh Humas Dinas Kesehatan DKI Jakarta Irma Yunita. "Iya betul," kata Irma saat dikonfirmasi, Kamis (24/6) malam. (Hld/OL-09)

Baca Juga

MI/M Irfan

Tingkat Kematian Akibat Covid-19 Terus Menurun di Jakarta

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 10:51 WIB
Dari data situs corona.jakarta.go.id terlihat pada 28 Juli hingga 30 Juli terjadi 176, 153, dan 130 kematian yang diproses dengan protap...
MI/M Irfan

Ikappi Sarankan Vaksinasi Pedagang Langsung di Pasar

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 10:35 WIB
"Ikappi mendorong agar vaksinasi dilakukan di dalam pasar karena pedagang cukup sulit meninggalkan dagangannya walaupun...
ANTARA/Galih Pradipta

Wagub DKI Sebut Kematian Pasien Isoman Sekitar 30 Persen

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:50 WIB
Menurut Ariza, tingkat kematian akibat covid-19 menurun sekitar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya