Sabtu 12 Juni 2021, 12:21 WIB

17.002 Lulusan SMP di Depok tidak Tertampung di SMA-SMK Negeri

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
17.002 Lulusan SMP di Depok tidak Tertampung di SMA-SMK Negeri

MI/ BARY FATHAHILAH
Ilustrasi--Suasana hari pertama ujian nasonal SMP di SMPN 3 Depok, Depok, Jawa Barat, 2016 lalu.

 

RIBUAN siswa lulusan sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Depok tidak tertampung di sekolah menengah atas (SMA) negeri maupun sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wulayah II Provinsi Jawa Barat I Made Supriatna mengatakan 17.002 calon siswa SMA-SMK negeri di Kota Depok tidak tertampung pada penerimaan peserta didik baru 2021-2022.

Hal itu karena jumlah sekolah tidak sebanding dengan siswa yang lulus.

Baca juga: Keluar dari Restoran, Guru Dansa Tewas di Balik Kemudi Mobil

Tahun ini, jumlah siswa yang lulus, baik SMP negeri maupun swasta, mencapai 22.687 siswa. Sementara yang tertampung untuk SMA-SMK negeri hanya 5.685 siswa.

"Jika dikurangkan, jumlah lulusan dengan yang tertampung, lebih banyak yang tidak tertampung yakni 17.002 siswa, " kata dia Sabtu (12/6).

Made mengatakan siswa lulusan SMP sederajat yang tertampung untuk SMA negeri tahun ini hanya 4.116 siswa.

Sedangkan untuk SMK negeri yang tertampung hanya 1.569 siswa sehingga total kuota yang tertampung untuk SMA dan SMK negeri di Kota Depok hanya 5.685 siswa.

"Di Kota Depok hanya ada 15 SMA negeri dan 4 SMK negeri," ucapnya.

Dikatakannya, tingginya peserta didik yang tersingkir karena persaingan yang ketat dan tinggi.

"Persaingan ketat terlihat pada PPDB jalur prestasi akademis," ucapnya lagi.

Made mengakui, SMA negeri dan SMK negeri di Kota Depok menjadi primadona, dibanding daerah lain. Hal itu karena SMA dan SMK Negeri di Depok menjadi rangking pertama mengalahkan Kota Bandung. Akibatnya, banyak masyarakat yang ingin sekolah di Kota Depok.

Selain karena prestasi dan kualitas pendidikan, sambungnya, SMA negeri dan SMK negeri di Kota Depok menjadi pilihan karena jumlah lulusan yang masuk ke perguruan tinggi negeri cukup besar.

"Contoh di SMA Negeri 1 Kota Depok banyak yang keterima di perguruan tinggi negeri untuk SMPTN Universitas Indonesia (UI) yakni 90 siswa. Nah, ini menjadi kunci daya tariknya," tegasnya.

Menanggapi adanya ribuan siswa lulusan SMP sederajat yang tidak tertampung di SMA negeri dan SMK negeri, Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB Babai Suhaimi meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menambah SMA negeri dan SMK negeri di Kota Depok.

"Kami minta Pemprov Jabar tidak lepas tangan. Ribuan calon siswa SMA-SMK negeri tidak tertampung pasa PPDB 2021-2022 karena minimnya jumlah SMA-SMK negeri, " pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/VICKY GUSTIAWAN

Pemprov DKI Siapkan 160 UMKM Terbaik untuk Gelaran Formula E Jakarta

👤Hilda Julaika 🕔Senin 23 Mei 2022, 08:03 WIB
“Kita undang 160 UMKM terbaik untuk ikut kurasi dan akan disaring lagi menjadi 100 UMKM terbaik untuk bisa menjual produk mereka di...
Dok. Pribadi

Penunjukan Dani Ramdan Sebagai Penjabat Bupati Bekasi Dinilai Tepat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 22 Mei 2022, 22:58 WIB
Dani Ramdan dinilai punya rekam jejak yang baik dan diharapkan bisa memimpim Kabupaten Bekasi menuju perubahan...
MI/Ramdani

Mobil Balap Formula E Mulai Tiba di Jakarta

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 22 Mei 2022, 14:40 WIB
Keseluruhan komponen mobil balap Formula E dikirim dari Doha, Qatar, karena para atlet baru selesai mengikuti ajang Formula E di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya