Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru Utara tahap I diperkirakan rampung pada 2022. Progres pembangunan proyek yang dikerjakan sejak 2012 itu kini telah mencapai 95,16%.
Komisaris Utama PT Pembangunan Perumahan Andi Gani Nena Wea berharap proyek tersebut dapat tuntas sesuai dengan yang ditargetkan.
"Kami mengharapkan proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang ditargetkan tentunya dengan kualitas terbaik," ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Sabtu (22/5).
Baca juga: Sebanyak 2,6 juta Kendaraan Keluar Jakarta Sejak 6 Mei
Sebagai penggarap proyek pembangunan, imbuhnya, PTPP juga diharapkan dapat berinovasi dalam kegiatan pembangunan proyek.
"Kami juga mengharapkan agar kedua proyek tersebut dapat terus meningkatkan inovasi di dalam setiap proses kegiatan pembangunan proyek," tutur Andi.
Selain pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru Utara I, perseroan juga sedang menggarap proyek pembangunan Maritime Tower yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Proyek pembangunan Maritime Tower tersebut ditargetkan selesai pada Agustus 2021. Proyek yang dimiliki PT Menara Maritim Indonesia itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp706 miliar.
*Hingga awal Mei 2021, progress pembangunan proyek Martime Tower telah mencapai 78,31%. Maritime Tower juga memenuhi standar green building yang telah disertifikasi oleh lembaga Green Building Council Indonesia (GBCI) dengan peringkat Gold," kata Andi.
Bentuk bangunan Maritime Tower sendiri memiliki konsep desain seperti bentuk kapal phinisi yang menjadi ciri khas tersendiri di lingkungan perkantoran dan komersial di kawasan Jakarta Utara.
Lebih jauh, Andi bilang, PTPP berkomitmen untuk berkontribusi pada perekonomian, sosial, dan lingkungan. Hal itu umumnya ditunjukkan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Coorporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki perseroan.
"Oleh karena itu, kegiatan CSR harus menjadi perhatian bagi tim proyek, terutama terhadap masyarakat sekitar pembangunan proyek. CSR yang berjalan dengan baik dan berkelanjutan akan memberikan dampak positif untuk jangka panjang. Saat proyek tersebut telah diselesaikan pembangunannya, manfaat dan dampak positif dari CSR masih dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar," pungkas Andi. (OL-1)
Pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal tidak berada dalam satu entitas yang sama. Pengelolaan pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo sementara operasional kapal oleh Pelni.
Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan.
Transformasi ini tidak hanya mencakup perubahan nama, tetapi juga peluncuran logo baru yang memvisualisasikan semangat sinergi dalam ekosistem pelabuhan dan rantai pasok nasional.
Akibat produktivitas bongkar muat yang menurun di beberapa jalur pelabuhan, pemilik kapal dan pengguna jasa pelabuhan mengeluh lantaran biaya operasional mereka melonjak.
JICT mengoperasikan dua side loader electric vehicle (EV) dan dua reach stacker EV sebagai upaya memperkuat modernisasi peralatan dan menjawab tantangan kinerja terminal pelabuhan.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved