Senin 26 April 2021, 22:29 WIB

DPRD Minta Program Penanggulangan Kebakaran Ditinjau Ulang

Hilda Julaika | Megapolitan
DPRD Minta Program Penanggulangan Kebakaran Ditinjau Ulang

Antara/Indrianto Eko Suwarso
Upaya pemadaman kebakaran di Pasar Kambing, Tanah Abng, Awal April lallu

 

KOMISI A DPRD Provinsi DKI Jakarta menilai pelaksanaan program penanggulangan kebakaran di Jakarta belum efektif. Hal ini dapat dilihat langsung dari jumlah kerugian harta benda dan korban manusia tiap kali kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengatakan, evaluasi peralatan dan perlengkapan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) perlu dievaluasi. Meski banyak peralatan canggih, namun belum cukup memadai untuk menjangkau lokasi padat penduduk.

“Sebab setiap kebakaran selalu hangus semua, kebakaran merembet. Berarti penanganan belum benar. Harusnya Gulkarmat bisa lebih cermat membeli alat untuk memadamkan api di RW kumuh padat penduduk,” ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (26/4).

Menurutnya robot Dok-Ing MVF-5 U3 yang memiliki sistem robotik multiguna berbasis remote untuk tanggap darurat asal Kroasia yang dibeli Dinas Gulkarmat DKI pun tidak efektif karena belum mampu menjangkau pemukiman padat penduduk.

“Cenderung proses pemadamannya yang harus dievaluasi, karena ketika mau ke lokasi yang padat penduduk, mobil tidak sampai. Contoh saja di Tamansari, bahkan di Jatinegara sampai ada yang meninggal. Harus dibenahi dan pikirkan solusi alat canggih,” ucapnya.

Baca juga :DPRD DKI Soroti Minat Baca Warga Jakarta Terus Merosot

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota Komisi A lainnya, Syarifudin. Menurutnya tahun lalu Dinas Gulkarmat DKI tidak maksimal dalam upaya pemadaman api ketika terjadi kebakaran.

“Sejauh ini kita lihatnya masih sama seperti tahun lalu, kebakaran di DKI masih banyak dan penyelesaiannya tidak maksimal. Masih merambat ke beberapa rumah. Kepala Dinas harus punya solusi. Saya harap ke depan Gulkarmat punya terobosan untuk memperkecil ruang lingkup api agar tidak meluas,” ungkapnya.

Syarifudin berharap lokasi padat penduduk difasilitasi alat pemadam api ringan (Apar) dan sosialisasi cara penggunaannya untuk antisipasi menjalarnya api kerumah lain saat terjadi kebakaran.

“Sosialisasi juga harus sering dilakukan terlebih dimasa pandemi, bisa lewat daring, atau sosialisasi di tingkat Kelurahan agar masyarakat tidak kebingungan saat menghadapi kebakaran,” jelasnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Indrianto Eko

Diprediksi Bakal Tenggelam, PSI Minta DKI Fokus Atasi Kondisi Itu

👤Yakub Pryatama W 🕔Senin 02 Agustus 2021, 09:33 WIB
William menjelaskan Pemprov harus segera lakukan pipanisasi air bersih ke seluruh pelosok Jakarta tanpa terkecuali agar masyarakat tidak...
Dok: Pemkot Bekasi

SMA Negeri 15 Kota Bekasi Gelar Vaksinasi Massal

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Senin 02 Agustus 2021, 09:25 WIB
"Sebanyak 1.000 vaksin disiapkan oleh Kodim 0507/Bekasi. Sekitar 800 vaksin untuk siswa dan siswi, 200 vaksin untuk masyarakat...
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

440 ribu Pengusaha UKM di Jakarta Bakal Dapat Dana Banpres

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 02 Agustus 2021, 09:15 WIB
Dana bantuan diberikan dengan besaran untuk masing-masing pelaku usaha mikro sebesar Rp1,2...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya