Selasa 23 Februari 2021, 13:48 WIB

Wagub DKI Harap Perpanjangan PPKM Mikro Tekan Kasus Covid-19

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Wagub DKI Harap Perpanjangan PPKM Mikro Tekan Kasus Covid-19

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Warga menutup pagar karantina wilayah saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di kawasan Menteng

 

MASA Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro kembali diperpanjang hingga 8 Maret 2021 oleh pemerintah pusat. Pemprov DKI Jakarta pun mengikuti kebijakan tersebut melalui Keputusan Gubernur DKI No 172 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan tidak ada yang berubah pada perpanjangan kebijakan PPKM Mikro ketiga kalinya ini.

Perusahaan, pusat perbelanjaan, restoran, serta tempat usaha lainnya harus membatasi karyawan dan pengunjung hanya 50%. Sementara itu, jam operasional tempat usaha diperbolehkan sampai dengan pukul 21.00 WIB.

"Tidak ada yang berubah masih tetap sama," kata Ariza.

Namun demikian, ia berharap PPKM Mikro ketiga kalinya ini dapat terus menurunkan angka penularan kasus covid-19. Seperti data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, selama PPKM Mikro, kasus aktif di Jakarta telah menurun, per 7 Februari 2021 laju kasus aktif di DKI Jakarta sebesar 23.869 dan turun secara signifikan per 21 Februari 2021 yakni sebesar 13.309.

Baca juga: PPKM Mikro Efektif, Jakarta Pusat Nihil Zona Merah Covid-19

Laju kasus aktif yang nampak menurun ini juga disumbang oleh peningkatan kesembuhan pasien positif covid-19, per 7 Februari 2021 sebesar 265.359 dengan persentase kesembuhan 90,3%, meningkat per 21 Februari 2021 sebesar 310.412 dengan persentase 94,5% dari persentase kesembuhan nasional yang berada pada 85%.

Sejalan dengan penurunan kasus aktif tersebut, Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian, baik itu tempat tidur isolasi maupun ICU juga terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Hal ini menunjukkan treatment dan langkah Pemprov DKI untuk terus menambah kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU sangat efektif meningkatkan tingkat kesembuhan pasien sehingga berdampak pada berkurangnya BOR.

Ada penurunan yang cukup signifikan pada keterisian tempat tidur isolasi, per 5 Februari 2021 sebanyak 8.259 tempat tidur kita terisi 5921 tempat tidur atau 72%, menurun per 21 Februari 2021, kapasitas tempat tidur ditambah menjadi 8.321 tempat tidur dan terisi 5.461 tempat tidur atau 66% dari kapasitas yang ada.

Sementara itu kapasitas ICU juga mengalami penurunan, yakni per 5 Februari 2021 kapasitas ICU kita sebesar 1.133 dan terisi 842 atau 74%, dan pada 21 Februari 2021 kapasitas ICU sebesar 1.156, terisi 817 atau 71%.(OL-5)

Baca Juga

Antara/M.Risyal Hidayat

Pemprov DKI Pastikan ada Sanksi Tegas bagi Pelaku Pungli Bansos

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 19:15 WIB
untuk program bantuan sosial tunai (BST) disalurkan langsung ke penerima. Menggunakan dua mekanisme yakni, transfer dana lewat Bank DKI...
Antara/Aprillio Akbar.

Pendaftaran KJP Plus Tahap l Dibuka 15 Maret

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 18:45 WIB
Dana rutin dapat dipergunakan mulai 1-3 setiap bulan. Dana berkala dapat mulai digunakan untuk belanja keperluan sekolah pada libur akhir...
Mecom.id.

Polisi Tangkap Pencuri Ribuan Dolar di Pesanggarahan

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 06 Maret 2021, 17:45 WIB
IN total mencuri uang korban sebanyak US$7.100 dan SG$2.000 atau Rp115 juta. Sebagian uang itu telah dibelanjakan pelaku untuk memenuhi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya