Selasa 23 Februari 2021, 02:30 WIB

PKS Desak Pembangunan Embung Kramat Jati Untuk Atasi Banjir

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
PKS Desak Pembangunan Embung Kramat Jati Untuk Atasi Banjir

Antara
Ilustrasi

 

WAKIL Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi akan perjuangkan nasib lahan untuk embung di RW 03 Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk solusi atasi banjir yang disebabkan dari luapan Kali Cipinang. 

Ia meninjau langsung ke tempat yang rencananya akan dijadikan embung, Senin (22/2).

“Kalau ini jadi, maka akan banyak mereduksi genangan-genangan air di wilayah Kampung Rambutan dan Kampung Dukuh atau secara umum di Kramat Jati,” kata Suhaimi yang berasal dari daerah pemilihan Jakarta Timur V.

Suhaimi pun sudah mendengarkan permintaan dari tokoh masyarakat setempat agar pembangunan embung dapat dipercepat. Ia pun akan mendorong program ini agar bisa secepatnya dilakukan.

“Kita akan segera koordinasikan, selain ke Walikota dan Dinas terkait, juga dengan Pak Gubernur, kalau tidak ada masalah dengan lahannya, kita akan lihat anggarannya di 2021, jika tidak ada, insya Allah 2022 kita akan anggarkan, agar wilayah ini betul-betul digunakan sesuai dengan fungsinya dan terbebas dari banjir,” tutup Suhaimi.  

Sementara itu, Camat Kramat Jati Eka Darmawan menjelaskan, luas lahan ini milik Pemprov DKI yang dikelola Dinas Sosial karena ada pengalihan aset dari Kemensos RI dari eks panti sosial.

“Pada 2017 sudah diusulkan untuk menjadi wilayah tangkapan air, yaitu embung aliran dari Kali Cipinang, namun sampai saat ini pengalihan asetnya masih belum selesai,” katanya.

menurut Eka, sejak 2017 sudah disosialisasikan wilayah ini untuk embung kepada warga yang menempati lahan ini.  Warga yang menempati lahan tersebut sebagian besar adalah karyawan Kemensos RI dan sempat pindah ke rumah susun. Namun, karena asetnya belum dialihkan, akhirnya karyawan Kemensos RI tersebut kembali lagi menempati lokasi ini.

“Tapi pada prinsipnya mereka sudah setuju untuk dipindahkan jika sudah dialihkan,” tambahnya.

“Warga minta aspirasi ini agar didorong terus, agar pengalihan lahan dan kemudian pembangunan embung itu dilakukan dan semoga dapat menjadi solusi untuk dampak banjir,” kata Eka lagi.

Hal senada disampaikan Ketua RW 03, dirinya mengatakan, sudah 40 tahun menempati wilayah ini, sejak era Gubernur Sutiyoso.

“Warga sudah capek, hanya janji-janji saja untuk melakukan solusi banjir ini, dan warga disini sudah bersedia untuk dibebaskan lahannya, untuk kepentingan bersama agar tidak banjir lagi,” tandasnya. (OL-8)

Baca Juga

Mariana / AFP

Resmi Ditutup, 3 Korban Sriwijaya Air Belum Teridentifikasi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 02 Maret 2021, 17:05 WIB
Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Rusdianto mengatakan masih tersisa tiga korban yang belum dapat...
MI/RAMDANI

Perpres Miras Resmi Dicabut, PAN Dukung Anies Lepas Saham Bir

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 02 Maret 2021, 16:00 WIB
Lebih lanjut Bambang menjelaskan selama ini pemerintah provinsi DKI Jakarta selalu bilang bahwa penjualan saham bir tersebut terganjal dari...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Wagub DKI Minta Kemen PUPR Segera Kerjakan Normalisasi Sungai

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 02 Maret 2021, 15:14 WIB
Pemprov DKI bertugas membebaskan lahan dan Kementerian PUPR bertugas melakukan pengerjaan fisik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya