Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengapresiasi aksi heroik dua petugas Transjakarta atas nama Lutfi (Petugas Patroli) dan Fina (Petugas) DKO, terkait aksi heroiknya membantu menggagalkan rencana bunuh diri seorang warga.
Adapun insiden ini terjadi di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Halte Gelanggang Remaja, Jakarta Timur, Kamis (28/1) sekitar pukul 10.30 WIB.
“Sekali lagi, kami sangat bangga memiliki petugas-petugas yang sigap dan memiliki jiwa kepedulian yang kuat antar sesama seperti Lutfi dan Fina,” ujar Direktur Keuangan PT Transjakarta Welfizon Yuza saat memberikan apresiasi kepada keduanya di kantor pusat PT Tranjakarta di Cawang, Jakarta Timur, Kamis (28/1).
Baca juga : Kasus BBG, Penggugat Harap Majelis Hakim Utamakan Keadilan
Welfizon mengungkapkan, aksi penyelamatan berawal dari kesigapan petugas layanan halte (PLH) atas nama Kurniatul yang melihat seorang wanita akan meloncat dari atas JPO. Kurniatul kemudian segera melaporkan hal tersebut kepada Lutfi dan Fina yang saat itu bertugas di sekitar lokasi kejadian.
“Petugas kami dibantu supir ojek online lantas saling membantu untuk mengangkat wanita tersebut kembali ke atas. Alhamdulillah bisa terselamatkan. Terimakasih atas pertolongan ini,” ucapnya. (OL-7)
Unpad masih menunggu hasil visum setelah seorang mayat pria ditemukan tewas gantung diri di dahan pohon di kawasan kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/2)
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved