Selasa 26 Januari 2021, 13:09 WIB

Kontras Desak Polri Periksa Penyiksaan Calon Polisi di Malut

Sri Utami | Megapolitan
Kontras Desak Polri Periksa Penyiksaan Calon Polisi di Malut

Ilustrasi
Ilustrasi penyiksaan

 

KOMISI untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak polri khususnya Polda Maluku Utara untuk membuka semua data dan informasi kematian siswa Diktuk Bintara Polri Polda Maluku Utara Rian Assidiq pada November 2020.

Divisi Hukum Kontras Adelita Kasih juga meminta Kompolnas sebagai pengawas polri untuk aktif terlibat mengungkap dan memeriksa sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan dan penyiksaan dalam pendidikan calon polisi tersebut.

Kompolnas selaku lembaga pengawas kepolisian harus mendorong dan terlibat dalam proses pemeriksaan ulang sebagaimana yang diatur dalam Pasal 9 Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2011 tentang Komisi Kepolisian Nasional. Proses pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk menjawab penyebab luka-luka yang dialami oleh korban.

"Kami sudah kirimkan surat ke beberapa organisasi negara seperti Kompolnas untuk aktif terlibat dalam pemeriksaan kasus ini. Ombudsman juga sudah kami kirimkan surat, bahwa ada maladministrasi. Kami menduga proses itu terjadi maladministrasi," ujar Adelita, Selasa (26/1).

Selain kepada dua lembaga itu, Kontras juga melayangkan surat untuk melakukan investigasi dan pemantauan proses kasus kepada Komnas Ham.

"Juga kami kirimkan surat ke Komnas Ham untuk melakukan pemantauan dan investigasi," imbuhnya.

Baca juga: Penyiksaan Masih Ditemukan di Tempat Penahanan

Dari laporan yang diterima keluarga, kuat dugaan terjadi praktik penyiksaan terhadap korban. Hal tersebut diketahui pihak keluarga saat mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoire pada 29 November 2020.

"Pada tanggal 30 November 2020, dimana saat jasad korban akan dimandikan pihak keluarga juga mendapati luka-luka lebam dan melepuh pada bagian tubuh korban," ungkapnya.

Dalam jumpa pers secara daring, kuasa hukum keluarga korban Muhammad Rizkal Kunio menilai sejak awal pihak kepolisian tidak terbuka terhadap kasus yang menimpa Rian. Dalam prosesnya, pihak keluarga tidak pernah mendapat berkas visum dan keterangan dari dokter terkait penyebab pasti kematian korban. 

 "Kami bahkan dapat kabar dari media kasus ini sudah dihentikan oleh Polda Maluku Utara, ini justru aneh," cetus Rizkal. 

Rizkal pun meminta polda untuk membuka kembali pemeriksaan dan data penyebab kematian secara terang benderang. 

"Kami hanya menerima informasi polda sudah memeriksa 20 saksi. Sedangkan hasil visum tidak pernah diberikan atau diperlihatkan," tuturnya.

Rian Assidiq dilaporkan masuk rumah sakit dengan kondisi tubuh penuh luka saat menjalani pendidikan Bintara Polisi. Selain luka, Rian dalam kondisi tidak sadar karena mengalami infeksi parah. Saat dinyatakan meninggal dunia, keluarga korban curiga anaknya tersebut telah menerima penyiksaan yang berakhir meregang nyawa.(OL-5)

Baca Juga

Antara

BPK Temukan Pemborosan Dana Rapid Test, Wagub DKI: Ada Proses Klarifikasi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 19:53 WIB
Wagub DKI Ahmad Riza Patria menyebut terhadap setiap penilaian dan catatan dari BPK, pemerintah daerah diberikan kesempatan untuk...
Antara/Hafidz Mubarak A

Pemprov DKI Targetkan Semua Anak Usia 12-17 tahun Sudah Tervaksin pada 17 Agustus

👤Selamat Saragih 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 18:25 WIB
Slamet menambahkan, Disdik DKI Jakarta mencatat target vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun di Jakarta sebanyak 795.612...
Dokk. Inoac

Produknya Dipalsukan, Inoac Apresiasi Gerak Cepat Polisi Ungkap Kasur Palsu

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 05 Agustus 2021, 18:22 WIB
Kuasa hukum PT IPI Radius Simamora mengatakan, pengungkapan kasus ini menjadi pintu masuk bagi pengungkapan kasus pemalsuan merek...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kelola Sampah Makanan Kurangi Efek Gas Rumah Kaca

INDONESIA merupakan negara penghasil sampah makanan terbanyak kedua di dunia.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya