Senin 25 Januari 2021, 16:43 WIB

Dua Pekan ini, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Naik 34%

Selamat Saragih | Megapolitan
Dua Pekan ini, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Naik 34%

Ilustrasi
PSBB DKI

 

KASUS positif covid-19 di Jakarta dalam dua pekan terakhir masih tinggi, data Dinas Kesehatan DKI menyebutkan terjadi peningkatan 34% . Hal itulah yang menjadi alasan diperpanjangnya masaa PSBB hingga 8 Februari.

"Kita memperpanjang masa PSBB didasari data laju pertambahan kasus aktif di Jakarta dalam dua minggu terakhir yang masih tinggi," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (25/1).

Widyastuti mengungkapkan, kasus aktif pada 11 Januari 2021 sebanyak 17.946 orang dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 208.583 kasus. Sedangkan, per tanggal 24 Januari 2021, jumlah kasus aktif meningkat sebesar 34% menjadi 24.224 orang dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 249.815 kasus.

"Jumlah kasus aktif sebesar 24.224 orang ini melampaui dari titik tertinggi kasus aktif yang ada di Jakarta. Sehingga, ini merupakan pesan kepada kita semua bahwa pandemi belum berakhir," ungkapnya.

Baca juga :Ada 100 Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Per Hari di Jakarta

Terkait perpanjangan PSBB ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengajak seluruh pihak untuk jaga Jakarta dengan menggalang semua sumber daya guna menekan laju paparan virus Covid-19. Salah satunya, makin memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di tingkat paling kecil yakni rukun warga (RW). Sehingga, Satgas Covid-19 di tingkat RW ini memegang peranan penting, khususnya untuk menekan laju penyebaran virus di tingkat keluarga serta menyiapkan langkah lanjutan jika ada yang terpapar.

“Satgas Covid-19 terutama pada tingkat RW yang sudah ada akan lebih kami maksimalkan, terlebih mereka telah berpengalaman selama hampir setahun. Nantinya, mereka juga akan fokus menjangkau dan menekan terjadinya klaster keluarga. Karena klaster keluarga menyumbang total 566 klaster, kemudian klaster perkantoran sebesar 312 klaster,” ujar Anies.

Dua juga kembali menekankan terkait pentingnya konsolidasi lintas sektoral dan integral dengan daerah sekitar Jakarta guna menanggulangi laju penyebaran Covid-19. Terlebih, jika melihat data per 24 Januari, di mana sebanyak 24% pasien yang dirawat di faskes DKI merupakan warga Bodetabek dan luar Jabodetabek.

“Di Jakarta ini ada suasana di mana warga merasakan bahwa ada yang mengkhawatirkan terhadap penyebaran Covid-19, sehingga itu akan meningkatkan kewaspadaan kita. Dan kami berharap, suasana ini juga dirasakan warga di luar Jakarta, sehingga tanggung jawab untuk menanggulangi dan mencegah paparan Covid-19 dapat dilakukan bersama-sama,” ungkap Anies. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara/Hafidz Muabrak A

Wagub DKI Minta Masyarakat Laporkan Kafe yang Langgar PSBB

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 02 Maret 2021, 02:40 WIB
Seperti diketahui, pemerintah menetapkan jam operasional kafe, restoran, dan tempat makan hanya boleh buka sampai pukul 21:00...
Dok. TangCity

Pelaku Ekonomi di Tangerang Sambut Baik Vaksinasi Covid-19

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 02 Maret 2021, 01:56 WIB
Sebanyak 1.000 dosis vaksin diberikan kepada pedagang dan tenaga pelayanan publik dalam momen vaksinasi...
MI/VICKY GUSTIAWAN

DKI Diminta Belajar ke Singapura Soal Penertiban Tempat Nongkrong

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 01 Maret 2021, 22:15 WIB
Di Singapura, semua area tempat hiburan malam terdapat cctv untuk memantau aktivitas dan rekaman dari pengunjung yang disimpan setidaknya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya