Sabtu 09 Januari 2021, 05:30 WIB

Permintaan Narkoba Tinggi saat Pandemi

(Put/J-2) | Megapolitan
Permintaan Narkoba Tinggi saat Pandemi

MI/PUTRI ANISA
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Petrus Reinhard Golose memasukkan barang bukti narkotika ke alat pembakar saat gelar rilis

 

RANTAI permintaan dan pasokan narkoba masih cukup tinggi. Peredaran barang haram itu juga semakin marak meski saat ini Indonesia dilanda pandemi covid-19. Para sindikat telah merusak generasi penerus bangsa.

Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Petrus Reinhard Golose mengatakan alasan tingginya peredaran karena dipengaruhi permintaan. "Permintaan atau demand tinggi sehingga pasokan atau supply juga tinggi. Begitu pun sebaliknya, supply tinggi karena demand tinggi. Ini rantai yang saling menyambung," kata Petrus di Kantor BNN, kemarin.

Pihaknya pun terus melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba tahun ini. Pencegahan dan pemberantasan kasus narkoba tetap mengedepankan soft approach dan smart approach. "Kita juga tidak lupa melakukan empowering atau pemberdayaan kepada masyarakat agar dalam situasi sulit ini tidak terjerumus dalam bahaya narkoba," katanya.

Mantan Kapolda Bali itu menjelaskan selama pandemi kegiatan pengungkapan kasus narkoba tetap digiatkan. Strategi pemberantasan narkoba juga tidak berbeda jauh dengan masa sebelum pandemi. Hal itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

"Strategi kita sama di saat pandemi. Tapi kita menerapkan prokes. Setiap kegiatan, sama saat saya kapolda. Saya memerintahkan Deputi Rehabilitasi yang juga bertugas sebagai Satgas Covid-19 BNN di samping tim, kita melakukan operasi tapi kita juga berjaga. Kita juga harus melakukan penjagaan anggota," kata dia.

Pada kesempatan itu Petrus dan jajarannya juga memusnahkan barang bukti narkoba hasil penangkapan di tiga lokasi kurun November-Desember 2020.

BNN memusnahkan 73,76 kg sabu dan 9.980 butir pil ekstasi yang disita dari 3 kasus narkotika di wilayah Riau, Kepri, dan Sumatra Utara.

Selain itu, BNN juga menyita barang bukti berupa ganja seberat 15,22 kg, 5,8 kg sabu, dan 248 butir ekstasi dari Kampung Permata yang juga dikenal sebagai Kampung Ambon di Jakarta Barat. "Kami juga menyita aset milik pelaku dengan total mencapai Rp25,52 miliar," jelas Petrus.

Di masa pandemi ini modus pengedaran narkoba terus berkembang. Petrus mengharapkan seluruh pihak terkait dapat bekerja sama memberantas narkoba. "Kalau BNN sendiri tidak bisa," tandasnya. (Put/J-2)

Baca Juga

Antara

Hari Ini Jaksel dan Jaktim Diprediksi Hujan Disertai Petir

👤Muhammad Fauzi 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 07:00 WIB
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan disertai petir terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, Selasa...
ANTARA/Fauzan

Soal Perpanjangan PPKM, Kota Tangerang Masih Tunggu Imendagri

👤Sumantri 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 06:20 WIB
Pemkot ingin mengetahui seperti apa ketentuan perpanjangan PPKM level 4 itu diberlakukan di Kota...
Dok BEM Nusantara

Gerakan Berbagi Warga Gandeng BEM Nusantara Salurkan Sembako di Warakas

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 02 Agustus 2021, 22:35 WIB
Diketahui, setiap harinya, Gerakan Berbagi Untuk Warga menyalurkan sebanyak 150 paket...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ini Adalah Pekerjaan Kita

POLDA Metro Jaya menggelar program Vaksinasi Merdeka dengan target seluruh warga DKI Jakarta sudah menerima vaksin covid-19 tahap pertama pada 17 Agustus 2021.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya