Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Petrus Golose mengungkapkan peredaran narkoba di Indonesia masih tinggi meskipun saat ini tengah dalam situasi pandemi covid-19.
Petrus menyebutkan alasan tingginya peredaran narkoba tinggi karena rantai permintaan dan pasokan yang juga tinggi.
"Permintaan atau demand tinggi sehingga pasokan atau supply juga tinggi. Begitupun sebaliknya, supply tinggi karena demand tinggi. Ini rantai yang saling menyambung," kata Petrus dalam konferensi pers di Kantor BNN RI, Jakarta Timur, Jumat (8/1).
Pihaknya pun tetap berupaya melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba tahun ini.
Baca juga: BNN Jabar Ungkap 118 Kasus Narkotika Sepanjang 2020
Pencegahan dan pemberantasan kasus narkoba tetap mengedepankan soft approach dan smart approach.
"Kita juga tidak lupa melakukan empowering atau pemberdayaan kepada masyarakat agar dalam situasi sulit ini tidak terjerumus dalam bahaya narkoba," jelasnya.
Selama pandemi, kegiatan pengungkapan kasus narkoba tetap digiatkan. Strategi pemberantasan narkoba juga tidak berbeda jauh dengan masa sebelum pandemi. Namun, Mantan Kapolda Bali itu tidak lupa menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
"Strategi kita sama di saat pandemi. Tapi kita menerapkan prokes. Setiap kegiatan sama saat saya kapolda. Saya memerintahkan Deputi Rehabilitasi yang juga bertugas sebagai Satgas Covid BNN di samping tim, kita melakukan operasi tapi kita jiga berjaga. Kita juga hrus melakukan penjagaan anggota," tukasnya.(OL-5)
BNN menegaskan komitmen memerangi narkotika secara komprehensif, baik melalui tindakan tegas maupun pencegahan.
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa stabilitas keamanan negara sangat bergantung pada keberhasilan penanganan narkoba.
Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai bersama Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Langsa, dan BNN menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di Aceh Timur.
Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan BNN RI dalam menghadapi tantangan permasalahan narkotika yang semakin kompleks, lintas sektor, dan dinamis.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved