Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRIA berinisal PR, 31, menebas pergelangan tangan SL, 39, dengan sebilah parang hingga putus. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan pelaku gelap mata karena marah ditipu oleh korban.
Heru mengatakan awalnya pelaku meminta korban yang merupakan calo untuk mencari sekun atau penyambung kabel. Korban kemudian meminta uang Rp500 kepada pelaku untuk membeli sekun itu.
Pelaku lalu menyerahkan uang dan dijanjikan mendapatkan sekun itu pada Senin (4/1). Namun, korban tak menepati janji itu.
"Barangnya tidak ada. Jadi marah. Uang sudah disetor tapi barangnya tidak ada," kata Heru di Polres Jakpus, Kemayoran, Rabu (6/1).
Baca juga: Presiden: Pandemi Pasti Ada Akhirnya
Pelaku lalu mencari korban keesokan harinya dan bertemu di Pasar Kenari, Salemba, Jakarta Pusat keesokan harinya. Korban lalu sempat mengelak dan terjadi cek cok. Pelaku yang emosi kemudian menghujamkan parang yang ia bawa. Korban menepisnya dengan tangan tingga membuat pergelangan tangan kiri putus.
Melihat kejadian itu, warga sekitar berteriak begal dan mengejar pelaku. Pelaku lalu melarikan diri dan berlindung di kendaraan Satpol PP. Unit III Resmob yang berada di sekitar lokasi kemudian mengamankan pelaku ke Polres Jakarta Pusat. Sementara itu, korban mendapat perawatan.
"Pergelangan tangan korban sedang dirawat dan ditangani dokter," kata Heru.
Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan luka berat dengan ancaman lima tahun penjara. (OL-4)
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved