Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat Ngapuli Parangin-angin menduga maraknya tunawisma di Jakarta Pusat, karena terbuai janji Menteri Sosial Tri Rismaharini. Dengan adanya janji diberikan pekerjaan, pelatihan, hingga diberi rumah membuat gelandangan muncul dan tampak di jalanan ibu kota.
"Bisa jadi ini karena Bu Mensos menginfokan dan menjanjikan kepada kaum marjinal akan diberikan pekerjaan, pelatihan, hingga diberikan rumah," ucap Ngapuli, ketika dihubungi, Rabu (6/1).
Dengan maraknya tunawisma itu, ia mengatakan pihaknya bersama Satuan Polisi Pamong Praja menjaring para tunawisma di wilayah Jakarta Pusat, Selasa (5/1). Hasilnya, 29 tunawisma terjaring dan diamankan. "Semua ditaruh di GOR Tanah Abang," ucapnya.
Ngapuli mengatakan pihaknya akan meminta keterangan dari para tuna wisma. Selain itu, juga akan diberi pelatihan.
"Akan kita bawa ke panti untuk diberikan pelatihan. Nanti ada tim dari Sudin Sosial dan Psikolog," ucapnya.(OL-13)
Baca Juga: Mensos Ajak Gelandangan Tempati Penampungan Sementara
Kemensos mengirimkan Tim Asesmen khusus ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memverifikasi status sosial ekonomi keluarga YBS.
Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim Tim Asesmen ke Ngada, NTT, untuk mendalami kondisi keluarga YBS, anak SD yang bunuh diri beberapa waktu lalu.
Kemensos menonaktifkan 13,5 juta peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sepanjang 2025.
Peserta JKN yang dinonaktifkan tersebut bisa mengaktifkan kembali status kepesertaan JKN-nya jika yang bersangkutan memenuhi beberapa kriteria.
Persoalan keterbatasan kapasitas, terutama pada Sekolah Rakyat yang belum memiliki gedung sendiri dan masih memanfaatkan sentra atau balai milik Kementerian Sosial.
Abidin mendorong adanya koordinasi cepat antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat pembangunan fisik sekolah di tingkat kabupaten.
Penyakit lingkungan di Jakarta masih sangat kompleks, seperti kenakalan remaja, tawur, narkoba, hingga judi online.
Gelandangan: Memahami akar masalah sosial, dampak, dan solusi efektif untuk menciptakan masyarakat inklusif dan berkeadilan. Lihat disini Selengkapnya
Diharapkan hasil kajian peneliti bisa menjadi landasan Pemkot Jakarta Selatan untuk menyelesaikan masalah sosial yang ada.
Urai masalah sosial modern: ketimpangan, kemiskinan, diskriminasi. Temukan solusi inovatif untuk masyarakat inklusif dan sejahtera.
Contoh Masalah Sosial: Kupas tuntas akar masalah sosial, dampak, dan solusi inovatif untuk masyarakat inklusif.
Hingga Januari 2024, berdasarkan data di stunting.jakarta.go.id terdapat 39.793 balita di Jakarta yang memiliki permasalahan gizi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved