Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial Tri Risma Hariyani kembali melakukan blusukan di sejumlah titik wilayah Jakarta Pusat. Dia berupaya menemui gelandangan dan pengemis agar mau direlokasi.
Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memiliki pandangan lain. Menurutnya, banyaknya gelandangan dan pengemis di Jakarta adalah warga musiman, yang hanya datang ke Jakarta pada periode tertentu.
Mereka datang untuk mengemis dan kembali pulang ke kampung halaman, ketika sudah merasa cukup dengan pendapatannya. Ariza, sapaan akrabnya, memandang banyaknya pengemis musiman juga disebabkan warga DKI yang memiliki kepedulian sosial tinggi.
Baca juga: PDIP: Penanganan Covid-19 di DKI Hanya Kuat Narasi
Diketahui, masih banyak warga yang memberikan sedekah langsung kepada pengemi. Terutama pada periode tertentu, seperti Ramadhan dan pandemi covid-19.
"Itu musiman seperti juga waktu awal-awal covid. Itu awal Ramadhan juga terjadi beberapa tempat, sperti di Tanah Abang. Rupanya setelah kita pelajari, memang ada warga yang setiap malam itu memberikan uang keliling sebesar Rp50 ribu," papar Ariza di Balai Kota, Selasa (5/1).
Meski banyak pengemis musiman yang berasal dari luar Jakarta, pihaknya tidak bisa serta merta menutup Jakarta dari pendatang. Sebab, wilayah Ibu Kota selalu terbuka bagi pendatang yang hendak mencari pekerjaan.
Akan tetapi, Ariza berharap kesejahteraan bisa merata di seluruh daerah. Sehingga, menahan laju pendatang yang mencari pekerjaan di Jakarta.
"Kebijakan Pemprov tidak melarang orang dari daerah yang masuk ke Jakarta. Namun, kita ingin kalau ada warga dari provinsi lain, biasanya sehabis Idul Fitri, kita minta dipastikan dulu kerjaannya ada. Jadi, kalau ingin mengadu nasib di Jakarta harus jelas pekerjaannya," imbuhnya.
Baca juga: Polisi Kembangkan Kasus Kokain dalam Paket Mainan Anak dari Jerman
Politikus Partai Gerindra menyebut mayoritas pengemis tersebar di sekitar jalan protokol. Sebab, menjadi pusat keramaian masyarakat Jakarta. Menyadari bahwa pengemis di Jakarta adalah pengemis musiman, bukan berarti Pemprov DKI Jakarta hanya berpangku tangan.
Pihaknya sering melakukan penertiban dan pembinaan terhadap pengemis yang mayoritas berasal dari luar Jakarta. Bahkan, Dinas Sosial DKI Jakarta memiliki petugas khusus yang disebut Pasukan Ungu, untuk menyisir Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Seperti, gelandangan, pengemis, pengamen, hingga orang dengan gangguan jiwa.
Dia pun tidak keberatan jika Menteri Sosial ingin terjun langsung mengatasi masalah PMKS di Jakarta. Menurutnya, masalah kesejahteraan rakyat menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak baik pemerintah pusat maupun daerah.(OL-11)
Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah SR terbanyak se-Indonesia. Dari 166 titik SR yang diresmikan, 26 di antaranya adalah SR yang dimiliki Provinsi Jawa Timur.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) hari terakhir yang dilaksanakan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat.
MENTERI Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan bahwa perizinan donasi bagi lembaga dan gerakan-gerakan sosial yang ada di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwa seluruh bantuan tunai dari pemerintah harus dimanfaatkan secara tepat.
Pemerintah pusat selalu bersinergi dengan daerah dalam mengoptimalkan pendataan sosial ekonomi.
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menengok para korban ledakan SMAN 72 Jakarta yang dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Minggu (9/11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved