Jumat 01 Januari 2021, 13:58 WIB

Kasus Covid-19 Terus Naik, DKI: Perlu Dukungan Bodetabek

Hilda Julaika | Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Naik, DKI: Perlu Dukungan Bodetabek

MI/Fahrullah
Pengendara melintasi mural terkait protokol kesehatan di kawasan Kebon Nanas, Jakarta.

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melaporkan peningkatan kasus covid-19. Bahkan, pada akhir Desember kasus meningkat di atas 1.500 orang dan sempat tembus 2.000 kasus.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 2 Tahun 2020 dan aturan di bawahnya harus diterapkan. Namun, implementasi perda ini tidak bisa dijalanka Jakarta saja. 

Menurut Ariza, sapaan akrabnya, harus ada dukungan penanganan covid-19 dari Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Bodetabek). Pasalnya, 20-30% kasus covid-19 di Jakarta merupakan warga Bodetabek. 

Baca juga: PDI-P Evaluasi Kerja Anies di 2020, Angka Kemiskinan Naik

“Implementasi Perda Nomor 2 Tahun 2020 dan pergub turunannya perlu kesatuan penanganan di Jabodetabek, sebagai sebuah satu kesatuan. Pasalnya 20-30% kasus di DKI Jakarta adalah warga Bodetabek,” tutur Ariza melalui akun Instagram @bangariza, Jumat (1/1).

Untuk merespons kenaikan kasus covid-19 di Jakarta, Pemprov DKI terus melakukan transparansi data. Menurutnya, dengan optimalisasi dan transparansi data merupakan navigasi dari penanganan kasus covid-19.

Baca juga: Epidemiolog Ingatkan Ancaman Mutasi Covid-19

“Optimalisasi data di tingkat nasional dapat dimasifkan dalam website all record. Sebagai basis data untuk navigasi pandemi. Kami melakukan komunikasi risiko dan mengurangi stigma negatif di masyarakat agar melakukan 3M dan 3T dengan baik,” jelas Ariza.

Dari segi perawatan dan layanan kesehatan, Pemprov DKI akan menambah rumah sakit rujukan covid-19 yang baru untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Selain itu, Pemprov DKI berupaya meningkatkan kapasitas tempat tidur di rumah sakit. Sesuai dengan Ingub Nomor 55 Tahun 2020, rumah sakit rujukan covid-19 diminta meningkatkan kapasitas tempat tidur hingga maksimal 50%.

“RS yang ditetapkan sebagai RS rujukan covid-19, baik RSUD, RS TNI/Polri, RS BUMN dan kementerian lainnya juga RS swasta," tutupnya.(OL-11)

Baca Juga

dok.ist

Bappenas Kembali Digeruduk Massa Minta Suharso Mundur dari Jabatannya

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 21:52 WIB
GEDUNG Bappenas kembali digeruduk oleh masa aksi dari Aliansi Mahasiswa Menggugat (AMAM), mereka meminta Menteri Suharso Monoarfa mundur...
ANTARA/Asprilla Dwi Adha

989 Warga Binaan Rutan Kota Depok Dapat Remisi Kemerdekaan

👤Kisar Rajaguguk 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 21:45 WIB
Pemberian remisi juga diharapkan bisa membantu mengurangi kapasitas hunian...
DOK.MI

Polisi Periksa Guru SMKN Jakpus yang Diduga Aniaya Murid

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 21:31 WIB
Polsek Sawah Besar telah memeriksa terduga pelaku yang merupakan guru olahraga tersebut. Selain itu, pihaknya juga memeriksa saksi, seperti...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya