Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
EPIDEMIOLOG Dicky Budiman menegaskan prinsip dasar program vaksinasi harus gratis dan bersifat sukarela. Artinya tidak boleh ada paksaan bagi masyarakat untuk divaksin.
Hal ini sebagai respons adanya warga Jakarta yang menggugat kewajiban ikut vaksinasi di Perda DKI Nomor 2 Tahun 2020. Lantaran memuat sanksi Rp5 juta jika menolak divaksin. Warga menilai ini bentuk pemaksaan.
“Selalu saya sampaikan prinsip dasar program vaksinasi dalam konteks pandemi. Pertama, harus gratis, kedua harus sukarela sehingga tidak boleh ada paksaan dan tidak boleh ada kewajiban. Apalagi dikenakan sanksi denda ataupun hukuman. Itu tidak boleh,” kata Dicky saat dihubungi, Sabtu (19/12).
Baca juga: Warga DKI Protes Soal Vaksin, PKB: Harus, Demi Kesehatan
Menurutnya, pemaksaan suntik vaksin melanggar hak asasi manusia yang disepakati PBB. Selain itu, program vaksinasi yang dilakukan atas dasar paksaan tidak akan membuat vaksinasi berhasil.
“Itu selain akan melanggar hak asasi, kedua akan jauh dari potensi keberhasilan vaksinasi itu sendiri. Jangan dianggap akan baik. Literatur menunjukan tidak, makanya prinsipnya harus dua itu, gratis dan sukarela,” paparnya.
Meskipun, program vaksinasi harus mencapai 70% dari total penduduk di sebuah negara. Namun, prinsip sukarela harus dijunjung tinggi. Hal ini telah dilakukan oleh negara-negara seperti Singapura dan Kanada yang berhasil menerapkan program vaksinasi.
Adapun jika dengan prinsip sukarela ini kesulitan mencapai angka maksimal, maka harus ada strateginya. Strategi tersebut dengan menerapkan strategi komunikasi risiko yang benar, tepat dan efektif.
“Dari mulai sebelum program vaksinasi, selama program, dan setelah program vaksinasi. Jadi memang tidak mudah mencapai cakupan 70%. Makanya harus benar-benar terukur strategi komuniaksinya di setiap intervensinya termasuk program vaksinasi,” jelasnya.(OL-5)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved