Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan Dhany Sukma sebagai Wali Kota Jakarta Pusat. Saat ini, Dhany menjabat Kepala Dinas Dukcapil DKI.
Kabar itu dibenarkan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. Dia mengungkapkan sudah ada surat pemberitahuan dari Anies ke DPRD DKI. Surat tersebut disampaikan pada Selasa (1/2) kemarin.
“Iya baru kemarin, Selasa (1/2), surat pemberitahuannya diberikan. Namanya Dhany Sukma. Iya (Kadis Dukcapil),” ujar Pras saat dihubungi, Kamis (3/12)
Komisi A DPRD DKI dikatakannya segera melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Pengujian ini bertujuan melihat sepak terjang dan kompetensi Dhany.
Baca juga: Meski Positif Covid-19, Anies akan Tetap Pimpin Rapat Kerja SKPD
“Mekanismenya begini, fit and proper test dari Komisi A. Kalau bukan Komisi A, saya yang menguji dia. Sejauh mana pengalaman memegang wilayah. Terus pernah menjadi lurah atau camat mana,” jelas Pras.
Apabila lolos uji kelayakan dan kepatutan, Dhany bisa menjadi Wali Kota Jakarta Pusat. Saat ini, posisi jabatan itu kosong pascapencopotan Bayu Meghantara.
Anies membebastugaskan Bayu karena dianggap memberikan fasilitas milik Pemprov DKI ke acara pernikahan anak Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Diketahui, acara itu menimbulkan kerumunan massa, yang menutup akses Jalan KS Tubun dan melanggar protokol kesehatan.(OL-11)
Warga telah berupaya mengatur alur pembuangan agar sampah tidak semakin tercecer ke jalan raya.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Rotasi, baik secara vertikal maupun horizontal, merupakan bagian dari evaluasi organisasi yang dilakukan secara profesional.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung melantik 11 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (17/12).
Mamdani berkeinginan datang ke Washington untuk berbicara langsung dengan Trump.
Arifin pun sengaja menyebarkan video modus penipuan yang nyaris menimpanya melalui media sosial dan telah direspons oleh banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved