Selasa 24 November 2020, 15:37 WIB

Aspek Pengawasan Harus Diutamakan Jika Sekolah di Jakarta Dibuka

Hilda Julaika | Megapolitan
Aspek Pengawasan Harus Diutamakan Jika Sekolah di Jakarta Dibuka

MI/Kristiadi
Ilustrasi: Siswa mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk kelas

 

PENGAMAT kebijakan publik Trubus Rahadiansyah mengatakan perlu pertimbangan matang dalam membuka sekolah di Jakarta. Menurutnya, ada dua hal penting jika sekolah di Jakarta akan menerapkan kegiatan belajar tatap muka. Dua aspek tersebut adalah aspek pengawasan dan protokol kesehatan.

“Kalau mengenai belajar tatap muka, harus dipertimbangkan dari dua hal. Satu dari aspek pengawasannya bagaimana itu harus jelas. Ini kan dua pihak, satu peserta didik dan gurunya. Di sisi lain ada orang tua dan pihak Pemprov DKI melalui Dinas Pendidikan. Ini melakukan pengawasannya gimana,” kata Trubus saat dihubungi, Selasa (24/11).

Untuk aspek pengawasan, Trubus menyarankan adanya Satgas Covid-19 di masing-masing sekolah. Satgas inilah yang akan melakukan pemantauan selama kegiatan belajar dan mengajar berlangsung. Adapun beberapa hal yang dipantau seperti penegakan protokol kesehatan, jam belajar yang diperketat dan pengawasan aktivitas lainnya.

“Iya pembatasan jam belajar supaya tak menimbulkan kerumunan. Jam belajar diperketat dan lebih banyak di kelas. Setelah jam belajar langsung pulang, nggak boleh ada kerumunan lagi. Termasuk lingkungan sekitar sekolah. Misalnya, pedagang nggak boleh ada karena timbul kerumunan. Maka satpam harus tegas di situ. Perlu ada Satgas di tiap sekolah,” paparnya.

Baca juga: Sekolah di DKI Tunggu Instruksi Anies Soal Belajar Tatap Muka

Adapun beberapa protokol kesehatan yang harus diperhatikan di antaranya, antarpelajar dan bangku sekolah harus berjarak, rajin mencuci tangan, wajib memakai masker selama di sekolah. Hal-hal seperti ini, sambungnya, harus jelas aturannya di sekolah dan pihak yang membuat aturan tersebut.

“Nanti misalnya ada anak tak pakai masker itu bagaimana? Apakah sekolah menyediakan atau kalau berapa kali nggak pakai masker ada sanksinya nggak di situ. Seperti dihukum menyapu lantai, membersihkan ruang kelas, toilet dll. Kan harus ada sanksi sekaligus memberikan pendidikan,” paparnya.

Sementara itu, Fraksi Gerindra menilai pembukaan sekolah perlu pertimbangan-pertimbangan yang matang. Menurut Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Rani Mauliani pembukaan sekolah bukanlah hal yang mudah dilakukan. Pemprov DKI Jakarta diminta melakukan kajian mendalam untuk mmebuka pendidikan tatap muka di Ibu Kota.

“Saya rasa pembukaan sekolah itu perlu dipertimbangkan secara matang. Tidak semudah itu membuka kembali sekolah hanya memikirkan aspek psikologis tanpa mempertimbangkan aspek biologisnya juga dengan cermat,” kata Rani saat dihubungi, Selasa (24/11).(OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rony Muharrman/wsj.

Langgar PSBB Berkali-kali, Satpol PP DKI Segel Kafe di Senopati

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 14:15 WIB
Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berlaku pada 11-25 Januari, restoran hanya boleh beroperasi hingga pukul...
MI/M Irfan

Sepeda akan Jadi Ekstrakurikuler Sekolah di DKI

👤Akmal Fauzi 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 11:52 WIB
Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Pengurus Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia DKI Jakarta (Pengprov ISSI DKI) mendorong sekolah...
 ANTARA FOTO/Akbar Tado

Bank DKI Salurkan Donasi Bagi Korban Gempa Sulbar

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 10:23 WIB
Bank DKI menggandeng Jakarta Tourism Forum untuk menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) donasi kemanusiaan senilai Rp100...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya