Sabtu 31 Oktober 2020, 04:57 WIB

Begal Pesepeda semakin Mengkhawatirkan

Ssr/Put/J-1 | Megapolitan
Begal Pesepeda semakin Mengkhawatirkan

ANTARA /APRILLIO AKBAR
Pesepeda melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, kemarin.

 

HENDRA Gunawan, 41, sedang asyik bersepeda bersama temannya di Jl Puri Indah Raya, Kembangan, Jakbar, Selasa (27/10) lalu. Tiba-tiba, datang dua orang dengan berbocengan sepeda motor menghadang.

Pelaku berusaha merampas ponsel Iphone 11 milik korban. Akibatnya, korban tersungkur saat berusaha mengamankan barangnya. Keduanya langsung kabur. Namun, teman korban sempat merekam aksi itu dan mengirimkan video ke media sosial yang menjadi viral.

Video itu digunakan Kasat Reskrim Polres Jakbar Komisaris Teuku Arsya Khadafi untuk melacak pelaku. “Kami berhasil temukan ponsel korban di selokan sekitar lokasi,” ucap Arsya.

Arsya juga mengaku masih menyelidiki kasus itu. Sejumlah kamera pemantau atau CCTV di sekitar lokasi diperiksa untuk menangkap pelaku.

Sebelumnya, kasus pembegalan juga menimpa seorang anggota TNI Angkatan Laut, Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko. Dia menjadi korban begal saat bersepeda di kawasan Medan Merdeka Barat, Jakpus, menuju markas marinir di Kwitang, Jakpus, Senin (26/10) sekitar pukul 06.45 WIB.

Akibat insiden itu Pangestu mengalami luka robek di bagian pelipis dan memar di bagian kepala belakang.

Kasus begal juga menimpa pesinetron Anjasmara di kawasan Setiabudi, Jaksel, Senin (19/10) sekitar pukul 07.30 WIB. Suami aktris Dian Nitami itu menceritakan insiden tersebut di media sosialnya.

Untuk mencegah hal itu kembali terjadi, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan patroli dan pengamanan khususnya di jalur sepeda.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo mengatakan, saat ini Dishub DKI secara rutin sudah berpatroli di jalur sepeda sepanjang 63 km. Dia berharap, Polda Metro Jaya, bahkan TNI, bisa terlibat untuk mengawasi jalur sepeda dan jalan umum agar peristiwa pembegalan terhadap pesepeda tidak terulang.

“Nah, kami harapkan pada titik-titik lain juga bisa dilakukan pengawasan secara bersama kepolisian dan TNI. Begitu melihat petugas itu, tentu niat si pelaku akan hilang,” kata Syafrin.

Ia juga mengimbau para pesepeda agar tidak membawa barang-barang berharga saat melakukan aktivitas bersepeda. Barang-barang
berharga umumnya menjadi magnet bagi orang melakukan begal. Karena itu, sebaiknya para pesepeda melakukan tindakan preventif, jangan membawa barang mewah dengan penampilan relatif sederhana.

Kalau mereka membawa barang berharga, lanjut Syafrin, itu sebaiknya dimasukkan ke saku atau kantong sehingga tidak terlihat. Menurut dia, langkah tersebut akan menutup kesempatan dan niat bagi pelaku untuk melakukan aksi mereka. (Ssr/Put/J-1)

Baca Juga

ANTARA

Pemprov DKI Akan Evaluasi Kerja Sama Dengan ACT

👤Selamat Saragih 🕔Senin 04 Juli 2022, 22:36 WIB
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengevaluasi kerja sama dengan lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap...
Antara

Enam Saksi Diperiksa Terkait Jebolnya Tandon Air LRT

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 04 Juli 2022, 20:19 WIB
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial menampilkan jebolnya tandon LRT pada Selasa, 28 Juni...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Tersangka Pencabulan Santriwati di Depok Belum Ditahan

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 04 Juli 2022, 19:59 WIB
Penyidik baru saja menaikan status kasus tersebut dari tahap penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan empat orang sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya