Jumat 04 September 2020, 15:43 WIB

Dinkes DKI Targetkan Tes PCR 10 Ribu Orang Per Hari

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Dinkes DKI Targetkan Tes PCR 10 Ribu Orang Per Hari

MI/Fransisco Carolio
Ilustrasi: Sosialisasi disiplin gunakan masker untuk tekan covid-19

 

KEPALA Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menargetkan peningkatan kapasitas tes PCR di ibu kota mencapai 10 ribu orang per hari.

Saat ini, rata-rata Dinkes DKI mampu memeriksa 7-8 ribu orang per hari atau jika ditotal rata-rata ada lebih dari 40 ribu orang yang dites PCR per pekan. Jumlah tes swab PCR yang mampu dicapai saat ini sudah melampaui standar WHO yakni seribu orang per 1 juta penduduk per pekan.

"Dengan jumlah penduduk DKI 10.800.000 orang atau 11 juta orang, kami diwajibkan mengetes 11 ribu orang per pekan. Sementara kami sudah mampu 40-55 ribu orang per pekan. Apakah kami puas? Belum. Saya ingin kejar sampai pada 10 ribu orang per pekan," kata Widyastuti dalam webinar Bincang-bincang Seputar (Bibir) Covid-19, Kamis (3/9).

Menurutnya, dengan semakin banyak orang yang dites akan memperkecil penularan karena orang yang positif tertular virus bisa segera diisolasi.

Baca juga: Kapasitas Tes PCR DKI Meningkat Tembus 7.270 Orang

Selain itu, banyaknya kapasitas tes akan membawa angka yang sangat akurat terhadap kondisi wabah yang ada. Ia pun memahami peningkatan tes memiliki konsekuensi dengan bertambahnya angka positif.

"Tapi di situlah memang manfaatnya. Apakah lantas ada wabah lalu kita diamkan saja biar angkanya kecil? Kalau kita diamkan justru penularannya bisa ke mana-mana dan angkanya tidak akurat," jelasnya.

Widyastuti sedikit bercerita tentang kondisi wabah covid-19 di Jakarta pada Maret hingga Mei. Saat itu kondisi pemeriksaan tes PCR baru saja memenuhi standar WHO. Lalu dikatakan prediksi puncak penularan di Jakarta adalah pada Mei atau Juni.

Namun, seiring dengan meningkatnya tes, prediksi itu pun meleset karena dari jumlah tes pun warga yang terpapar didapati semakin tinggi.

"Perkiraan kita soal puncak meleset. Ternyata angka saat Mei itu relatif kecil. Jadi kita tidak mau tinggal diam. Kita harus tingkatkan terus tes. 'Tracing' saja tidak ckup. Setelah kasus ketemu konsekuensinya bisa cepat diisolasi, cepat pula memutus rantai," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/Ramdani

Banjir Bandang di Cisarua, Bendung Katulampa Terpantau Aman

👤Sri Yanti Nainggolan 🕔Rabu 20 Januari 2021, 03:15 WIB
"Kalau dari informasi TMA masih aman," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad...
Antara/Muhamamd Iqbal

Ada Rencana Mogok Pedagang, Pemkot Jakbar Cek Stok Daging Sapi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 02:30 WIB
Pada Selasa, Sudin KPKP telah menerima informasi adanya rencana mogok massal pedagang daging sapi yang akan diikuti seluruh pedagang di...
ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

Diungkap Peredaran Kosmetika Ilegal di Wilayah Jakarta Utara

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 00:05 WIB
Produk kecantikan ilegal ini diproduksi oleh tersangka dan dijual di Klinik Kecantikan IVA Skin Care, Jalan Pluit Kencana Raya Penjaringan,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya