Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGGINYA angka penularan covid-19 di Ibu Kota harus menjadi perhatian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Janji Anies untuk menarik rem darurat jika kondisi semakin parah pun mulai ditagih.
“Dari awal kami menagih wacana rem darurat. Jangan jadi pepesan kosong untuk menakuti warga,” ujar Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Idris Ahmad di Jakarta, kemarin.
Idris menyebut tidak ada kejelasan perihal kebijakan rem darurat atau kembali menutup aktivitas seperti masa PSBB. Ia menuding, jika yang dimaksud Anies dengan menerapkan sistem ganjil genap di tengah PSBB transisi, itu sesuatu yang percuma.
“Jika ganjil genap hingga wacana jalur sepeda di tol adalah yang dimaksud dengan rem darurat, itu akan terus menghadapi peningkatan kasus covid-19 yang terus tinggi, percuma,” tutur anggota Komisi E DPRD DKI itu.
Kebijakan rem darurat Pemprov DKI, ungkap Idris, juga harus memiliki rencana untuk mengurangi klaster-klaster covid-19 di tempat umum. Ia mengatakan daya tampung rumah sakit rujukan di Ibu Kota juga sudah penuh.
“RS kita hampir kewalahan. Kebijakan rem darurat harus mempersiapkan gedung atau rusun untuk RS darurat agar bisa menampung jumlah pasien yang akan memuncak,” kata Idris.
Ia pun mengatakan Pemprov DKI jangan berpuas pada testing covid-19 yang tinggi atau di atas standar WHO. “Peningkatan kasus artinya masih gagal mengendalikan penularan kasus,” ungkap Idris.
Anggota DPRD DKI dari PDIP Gilbert Simanjutak menuding tidak ada keseriusan dari Anies untuk menekan pe nularan covid-19 yang menembus angka 40 ribu kasus. “Menghadapi peningkatan kasus harus upaya ekstra. Pemprov DKI jangan malah mengurusi jalur sepeda di tol.”
Gilbert menyebut sebelum ada vaksin, pencegahan covid-19 yang ampuh ialah disiplin mematuhi protokol kesehatan, bukan cuma membatasi pergerakan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani menyebut saat ini kondisi kasus covid-19 di Ibu Kota ada di tahap cukup membahayakan. Ia meminta Gubernur Anies Baswedan untuk tidak sembarang an mengeluarkan kebijakan yang berujung pada meningkatnya kasus covid-19.
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menyarankan Pemprov DKI Jakarta agar mengambil langkah-langkah untuk memper siapkan kebijakan rem darurat.
“Ini saatnya melakukan rem kebijakan. Tapi, rem kebijakannya dalam kerangka Perpres 82/2020, tentang penanganan covid dan pemulihan ekonomi. Secara ekonomi dan public health harus jalan bersama,” kata Trubus.
Menurutnya, aktivitas ekonomi tetap bisa dijalankan dengan cara digitalisasi. Selama masa PSBB yang ketat, Pemprov DKI telah berhasil menekan mobilitas hingga 60% dengan metode work from home (WFH). Hal itu bisa diberlakukan kembali.
Namun, Anies saat memberikan sambutan dalam acara webinar SGDs Jakarta bertajuk Tantangan Perubahan Perilaku Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru mengatakan penanganan kasus covid-19 di Jakarta relatif terkendali. Meski demikian, dia mengakui kasus baru setiap hari mengalami kenaikan. Namun, kasus aktif dan tingkat kematian atau case fatality rate terus menurun. (Put/Ins/Ssr/J-1)
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo memastikan bahwa pemerintah belum akan memberlakukan PPKM darurat meski angka kasus covid-19 varian naik signifikan.
Pembatasan-pembatasan yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI, kata Ariza, akan sama seperti ketetapan yang diambil oleh pemerintah pusat.
Pengaturan dari pemerintah pusat ini diterapkan dalam rangka adanya koordinasi, sinkronisasi, harmonisasi, dan kerja sama yang baik antardaerah untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.
Riza menambahkan, pihaknya telah melakukan rapat terkait kebijakan pengetatan PPKM dan juga vaksinasi Covid-19.
Anies, menurut Charles, harus menerapkan PSBB total, sebagaimana yang pernah diterapkan di ibu kota pada 16 Maret 2020 dan 14 September 2020.
PAN mendorong pengetatan dan pembatasan pada area publik yang menimbulkan keramaian. Seperti di mall, kafe, restoran, dan tempat wisata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved