Senin 31 Agustus 2020, 12:55 WIB

Pasar Disebut Berpotensi Jadi Klaster Besar Covid-19

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pasar Disebut Berpotensi Jadi Klaster Besar Covid-19

MI/Adam Dwi
Warga berbelanja menggunakan kantong plastik sekali pakai di Pasar Cijantung, Jakarta (12/8/2020)

 

Ketua Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Joko Setiyanto mengatakan sampai saat ini pasar tradisional masih menjadi objek yang berpotensi menjadi klaster penularan covid-19 yang cukup besar di berbagai daerah.

Hal itu didasarkan pada kepedulian pengelola pasar, para pedagang, hingga para pembeli yang masih rendah. Joko menjelaskan bahwa pengelola pasar tidak hanya di Jakarta, tetapi di seluruh Indonesia memiliki kepedulian yang bermacam-macam terkait isu covid-19.

"Pasar itu bisa jadi klaster besar. Ada yang peduli sekali dan ada yang biasa-biasa saja. Kalau yang peduli sekali itu kita lihat, protokol kesehatannya masih dijaga. Pedagang pakai masker dan tambahan face shield, wastafel cuci tangan lengkap, air masih ada, sabun ada, pembeli juga wajib pakai masker. Yang pengelolanya tidak ketat atau pengawasannya biasa juga banyak," kata Joko dalam webinar bertema 'Tantangan Perubahan Prilaku Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru' pada Senin (31/8).

Baca juga: Anies Klaim Jumlah Pasien Aktif Covid-19 Menurun, Ini Faktanya

Joko mengungkapkan pihaknya kerap melakukan pengawasan dengan mengunjungi pasar-pasar rakyat secara mendadak. Dari situ ia melihat apa saja faktor yang dapat membuat pengelola tidak ketat.

Menurut Joko, hal ini juga tergantung dari kebudayaan dan kepercayaan serta pemahaman masyarakat terhadap covid-19. "Semakin tinggi pemahaman dan kesadaran, protokol itu akan dijalankan sangat maksimal. Sementara apabila pemahaman dan kesadarannya rendah, protokol kesehatan tidak dijalankan dan hanya sekadar menjadi pajangan," paparnya.

Di sisi lain, ia juga tak menutupi bahwa banyak pengelola pasar yang sudah sangat ketat dan memberikan edukasi tanpa lelah. Namun, kata Joko, penerapannya oleh masyarakat tetap tidak maksimal.

"Untuk 3M itu sudah berbusa-busa kita ingatkan, tapi ya kembali lagi masyarakatnya," terangnya.

Oleh karena itu, Joko mendukung apabila pemda mau membuat aturan yang ketat beserta sanksi kepada masyarakat.

"Kita dukung. Kalau mau buat peraturan yang ketat, tapi dengan catatan itu benar-benar ditegakkan," pungkasnya. (OL-14)

 

Baca Juga

Dok MI

Pemudik tanpa Surat Bebas Covid-19 Diimbau Lapor Polsek

👤Ant 🕔Selasa 18 Mei 2021, 23:58 WIB
Yusri mengatakan Polda Metro Jaya telah menyiapkan fasilitas tes usap antigen gratis bagi para pemudik yang kembali ke...
dok.mi

Jaksa Tuntut Residivis Produksi Gas Melon tak ber-SNI 18 BulanĀ Bui

👤Dede Susianti 🕔Selasa 18 Mei 2021, 21:35 WIB
TERDAKWA utama pelaku produksi tabung gas melon tak berstandar nasional Indonesia (SNI) dituntut 18 bulan penjara oleh jaksa pada Kejari...
ANTARA

Sandiaga Puji Anies yang Tutup Obyek Wisata karena Dibanjiri Warga

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 18 Mei 2021, 21:18 WIB
Pemprov DKI Jakarta telah menutup sementara sejumlah tempat wisata sejak 15 hingga 17 Mei, seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Berebut Fulus dari JAKARTA

Jawa Barat menjadi primadona pariwisata bagi warga Jakarta. Namun, sejak pembangunan jalan tol dan terhubung dengan tol trans-Jawa
menyebabkan fulus wisatawan Jakarta terbelah.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya