Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

RS Mulai Penuh Lagi

(Ins/Put/Ssr/J-1)
13/8/2020 02:20
RS Mulai Penuh Lagi
PASIEN POSITIF CORONA BERTAMBAH: Warga berjalan menggunakan masker di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta,(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz)

TINGGINYA warga DKI Jakarta yang terinfeksi virus korona (covid-19) membuat daya rumah sakit kembali penuh. Per 11 Agustus, masih ada 2.548 orang yang dirawat karena covid-
19. Sementara itu, sebanyak 6.236 orang menjalani isolasi mandiri.

Seperti Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan yang mengakui banyak menolak pasien covid-19 karena kapasitas daya tampung untuk merawat pasien tersebut
telah berlebihan atau overload.

“Sudah dua minggu ini overload pasiennya. Kapasitas kami sudah penuh, terpaksa menolak pasien rujukan,” ungkap Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan Erlina
Burhan kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan penghuni yang overload tersebut karena lonjakan kasus positif covid-19 di Jakarta yang tiap hari meningkat. Erlina menegaskan, tidak akan memulangkan
pasien yang memang belum dipastikan sehat dari penyakit menular itu.

“Yang masih tidak boleh pulang kasian kan kalau dipaksa kan. Kami sangat concern dengan pertambahan kasus ini, ya,” kata Erlina.

Erlina juga menyebut bed occupancy rate (BOR) atau persentase penggunaan tempat tidur yang dimiliki RSUP Persahabatan sudah maksimal.

Total ada 187 unit kamar tidur. Tempat tersebut dibagi untuk dewasa, anak-anak, dan ibu hamil.

Pihaknya masih menyisakan kamar tidur untuk keperlu an emergency bagi golongan tersebut “Memang tidak penuh 100%. Kalaupun kosong 10, tapi jatahnya
ibu hamil, kan enggak bisa dikasih ke anak-anak untuk dirawat. Atau yang kosong kamarnya dari bangsal anak, yang dewasa enggak bisa masuk,” kata Erlina.

Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, yang akrab disapa Ariza, menyebut saat ini kapasitas tempat tidur rawat di seluruh rumah sakit yang ada di
Ibu Kota masih cukup untuk merawat pasien covid-19.

“Tidak overload. Kapasitas kami lebih dari cukup. Memang ada peningkatan dari 45% menjadi 55%,” ungkap Ariza.

Ia memastikan pasien covid-19 ataupun yang baru berstatus probable atau kontak erat akan diterima di RS jika memiliki gejala atau risiko yang tinggi. “Kami
memastikan tidak ada pasien terbengkalai,” ujarnya. Ariza pun mengatakan Pemprov DKI bakal kembali memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar
(PSBB) transisi yang akan berakhir hari ini.

PSBB transisi akan diperpanjang 14 hari. “Insya Allah diperpanjang selama 14 hari. Maka, berakhir pada 27 Agustus 2020,” kata Ariza.

Menurut dia, dalih pihaknya untuk memperpanjang PSBB transisi ialah masih tingginya kasus positif covid-19 melanda warga Jakarta. Terbukti sampai hari ini Jakarta
masih masuk kategori tertinggi angka kasus covid-19.

Menurut dia, pengawasan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan akan semakin diperketat.

Wagub pun bakal mendorong agar perkantoran serius mencegah penularan covid-19. “Solusinya banyak.

Pertama, semua kantor mengatur jam pergi, jam istirahat, dan jam pulang,” kata Ariza.

Selain itu, perusahaan juga diminta semaksimal mungkin menekan jumlah karyawan yang bekerja langsung di kantor. Meski saat ini jumlah karyawan yang dibatasi
bekerja langsung dari kantor ialah 50%, Ariza menyebut sebisa mungkin angka itu bisa terus ditingkatkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti menegaskan edukasi menjadi bagian penting dari upaya pemprov dalam menekan jumlah positif covid-19. (Ins/Put/Ssr/J-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya