Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Gabungan Ditresnarkoba Polda Kalsel, bersama Satgassus Bareskrim Polri dan Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya bongkar peredaran sebanyak 200 Kg sabu di halaman salah satu hotel di kawasan Jalan Sutoyo S Banjarmasin, Kamis (6/8).
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Nico Afinta menuturkan penangkapan terduga penerima barang haram tersebut berasal dari pengungkapan kasus besar sebelumnya.
“Dari situ kita lakukan pengembangan,” ujar Nico, Kamis (6/8).
Kebali masuknya barang haram asal Malaysia tersebut ke wilayah Kalsel, membuat tim khusus yang beranggotakan Bareskrim Mabes Polri, Polda Metro Jaya dan Polda Kalsel pun beroperasi.
Nico menjelaskan, Satgassus langsung bekerja untuk menghimpun informasi tentang komplotan pengedar narkoba antar negara tersebut sejak dibentuk pada 8 Juli silam.
Baca juga : 31 Perusahaan Ditutup karena Langgar Protokol Covid-19
"Akhirnya pada tanggal 4 Agustus 2020 Satgassus mendapat informasi bahwa akan ada pengiriman narkoba dalam jumlah besar melalui Kaltara," ungkapnya.
Tim Satgasus pun mengamankan dua orang dan mengamankan barang bukti berupa narkoba tersebut ke Banjarmasin melalui darat.
“Hingga akhirnya hari ini kita kembali mengamankan dua orang yang diduga sebagai si penerima barang," ujarnya.
Setiap karung yang diamankan Satgasus beratnya rata-rata 20 Kg.
"Pengungkapan ini adalah hasil kerjasama tim yang sudah di bentuk. Sehingga kedepan dalam pengungkapan narkoba akan terus bekerjasama dan berkoordinasi," tutur Nico. (OL-2)
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun).
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved