Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
AYAHANDA almarhum editor Metro TV Yodi Prabowo, Suwandi, menyesalkan kesimpulan polisi yang memaparkan bahwa sang anak melakukan bunuh diri di pinggir Jalan Tol JORR Ulujami pada 10 Juli silam.
Suwandi mengatakan, banyak kejanggalan dari pemaparan polisi, terutama perihal alasan bunuh diri Yodi karena depresi. Pasalnya, Suwandi melihat Yodi tak menunjukkan gelagat stress atau depresi saat di rumah.
Baca juga: Polisi Sebut Dua Pria yang Berjalan Dekat TKP Yodi bukan Pelaku
"Dia baru beli laptop. Untuk apa? Untuk cari uang tambahan karena dia ingin menikah," ungkap Suwandi kepada wartawan di kediamannya.
Suwandi pun merasa polisi tidak transparan lantaran tidak menjelaskan secara detail cara bunuh diri almarhum di TKP.
“Yang saya (nilai) janggal lagi begini loh. Kalau memang bunuh diri di TKP, harusnya dia (polisi) kasih tahu cara bunuh dirinya (Yodi) bagaimana. Karena kan Yodi ada luka tusukan di sini (tubuh) empat," kata Suwandi sambil memperagakan tusukan ke dada.
"Ditusuk ke sini (dada) keluar darah tidak? Pasti keluar darah, apalagi ini sampai empat kali. Pasti darah akan ke mana-mana! Anak saya itu kan masih pakai masker, masih pakai helm (saat ditemukan tewas). Itu kan di TKP masih bersih bajunya," lanjut dia.
"Terus tusuk ke sini (leher). Apa masker itu enggak berlumuran di sini (wajah) atau ke mana-mana (sekujur tubuh)," tukasnya.
Merespons pernyataan ayah Yodi, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, Yodi meninggal dalam kondisi telungkup.
“Yang pasti ditemukan dalam kondisi telungkup,” ucap Tubagus kepada Media Indonesia, Sabtu (25/7).
Namun, bukan itu yang ditanyakan Suwandi. Menurut Suwandi, seharusnya polisi menjelaskan posisi tubuh sang anak saat akan menghujamkan pisau untuk bunuh diri.
Baca juga: Polisi Temukan Ceceran Darah di Sekitar Tubuh Yodi Prabowo
"Bunuh dirinya dengan cara berdiri atau sambil tiduran atau sambil gelantungan atau bagaimana? Ini yang seharusnya dijelaskan," keluh dia.
Sebelumnya, Penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) menyatakan kematian editor Metro TV Yodi Prabowo akibat bunuh diri dengan menggunakan pisau. Yodi diduga menusuk tubuhnya sebanyak empat kali. (Ykb/A-3)
Seorang perempuan berinisial Aisyah (18) meninggal dunia setelah tertemper kereta api di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).
Ayah EM, AM, mahasiswi Unima atau Universitas Negeri Manado yang meninggal dunia akibat bunuh diri dan diduga menjadi korban pelecehan seksual, menempuh jalur hukum
MAHASISWI Unima atau Universitas Negeri Manado berinisial EMM ditemukan tewas akibat bunuh diri di kamar kos miliknya di Kecamatan Tomohon Tengah, Selasa (30/12). ia menulis surat laporan
SEORANG mahasiswi dari Universitas Negeri Manado atau Unima dilaporkan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri. Berikut fakta-fakta Mahasiswi Unima Gantung Diri Diduga Korban Pelecehan
Korban terlihat terakhir pada hari Minggu (30/11) sore.
RS Polri Pastikan Ayah Tiri Alvaro Tidak Alami Kekerasan, Luka Sesuai Pola Gantung Diri
DIREKTUR Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menegaskan pentingnya penguatan publikasi kerja-kerja penyediaan air bersih di Jakarta.
Mengusung tema Journey With Empathy, Metro TV menempatkan empati sebagai fondasi jurnalisme yang ingin terus dijaga dalam setiap langkah ke depan.
Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Aries Fadhilah secara simbolis menyerahkan paket bantuan di tiga yayasan sekitar Kantor Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (19/3)
Adapun paket seragam terdiri baju sekolah, baju pramuka, celana atau rok, sepatu, tas, dan peralatan keperluan sekolah lainnya dengan kisaran harga Rp1,2 juta per paket.
Rektor universitas berkontribusi nyata sebagai motor penggerak utama prestasi dan inovasi lembaga pendidikan yang dipimpinnya.
Saat ini jenazah yang ditemukan di kawasan Bacan Timur, Halmahera Selatan itu masih dalam proses identifikasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved