Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya (PMJ) menyatakan kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo, dikarenakan bunuh diri.
Dari seluruh hasil temuan, penjelasan keterangan ahli dan bukti petunjuk lain, penyidik berkesimpulan bahwa Yodi diduga kuat melakukan bunuh diri.
Bukti bunuh diri diperkuat dengan rekaman CCTV di sebuah toko ritel perkakas rumah tangga, Ace Hardware. Terlihat, Yodi membeli sendiri pisau yang menjadi barang bukti.
Baca juga: Polisi Sebut Editor Metro TV Yodi Prabowo Bunuh Diri
"Pisau alat yang diduga kuat untuk melukai, bukti pendukung CCTV Ace Hardware. Pisau tersebut miliki merek khas kusus, yang jual hanya toko itu," jelas Direktur Reserse Kriminal Umum PMJ, Kombes Tubagus Ade Hidayat, dalam konferensi pers, Sabtu (25/7).
"Ada berapa banyak pisau, hasil transaksi laku satu. Dicek CCTV, didapatkan fakta yang membeli pisau tersebut korban sendiri," imbuh Tubagus.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan Yodi tidak menghabiskan waktu lama di dalam lokasi toko. Rekaman CCTV menunjukkan Yodi langsung menuju rak tempat pisau dan butuh waktu sekitar dua menit untuk memilih.
“Lalu (korban) bergerak menuju kasir, bayar dan tinggalkan tempat. Hanya satu yang dia cari, yaitu pisau,” paparnya. Total, Yodi menghabiskan waktu hanya delapan menit untuk memilih pisau hingga membayar ke kasir.
Baca juga: Ada Dugaan Depresi di Balik Upaya Bunuh Diri Yodi
Sebelumnya, jenazah Yodi ditemukan pada Jumat (10/7) lalu. Pada tubuh Yodi, polisi menemukan luka tusuk di bagian dada dan leher.
Polisi juga menemukan sebilah pisau, dompet, KTP, NPWP, ATM Mandiri, tiga STNK, uang tunai Rp 40 ribu, helm, jaket dan tas selempang di TKP.
Yodi diketahui bekerja di Metro TV sejak 15 Desember 2015. Dia merupakan video editor di redaksi dan terakhir bertugas pada Selasa (7/7) lalu.(OL-11)
POLDA Metro Jaya memberlakukan rotasi dan mutasi mulai dari posisi Kapolsek, Kasat Reskrim, serta Kasat Lantas di sejumlah polres
Para tersangka baru mulai menjual hasil rakitannya setelah memastikan senjata tersebut berfungsi dengan peluru tajam.
Modus yang digunakan para pelaku tergolong berani, yakni memanfaatkan platform digital untuk memasarkan barang ilegal tersebut secara terbuka.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan Richard Lee untuk mendalami keterangan tambahan.
Kepolisian terus bergerak menelusuri setiap petunjuk terkait keberadaan tersangka AJ.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved