Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

3 Hari Beruntun DKI Catatkan Rekor Kasus Covid-19

Insi Nantika Jelita
23/7/2020 09:46
3 Hari Beruntun DKI Catatkan Rekor Kasus Covid-19
Petugas dari Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat melakukan penyemprotan disinfektan di area Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat.(MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI)

SELAMA tiga hari beruntun DKI Jakarta memegang rekor kasus covid-19 tertinggi di Indonesia.

Dari data gugus tugas nasional, Senin (20/7), dari total penambahan 1.693 kasus, DKI mencatat 361 kasus baru.

Pada Selasa (21/7), dari total 1.655 kasus baru, DKI memiliki 433 kasus dan pada Rabu (22/7), dari sebaran 1.693 kasus baru, DKI mencatat kasus penambahan tertinggi dengan 361 kasus.

Dinas Kesehatan DKI menyebut jumlah kumulatif kasus konfirmasi di wilayah DKI Jakarta sampai kemarin mencapai 17.535 kasus. Dari jumlah tersebut, 11.187 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 766 orang meninggal dunia.

Baca juga: Selain Covid-19, DPRD Minta DKI Antisipasi Merebaknya DBD

"Jadi harusnya karantina RW di zona merah tetap menjadi perhatian Pemprov DKI," ungkap Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif kepada Media Indonesia, Kamis (23/7).

Diketahui, sebanyak 30 rukun warga (RW) di wilayah Jakarta masih berstatus zona penularan covid-19 hingga kemarin.

Syahrizal menjelaskan, pembagian sumber penularan covid-19 yang terjadi tertinggi memang di rumah sakit, lalu kontak erat akibat isolasi di rumah, ketiga penularan terjadi di komunitas atau RW, lalu ada di institusi yang berkumpul dengan orang banyak dengan waktu lama seperti perkantoran.

Menurutnya, penelusuran kasus yang baik yakni dengan contact tracing dan kecepatan pemeriksaan spesimen serta isolasi kasus menjadi kunci pencegahan covid-19.

Gubernur Anies Baswedan belum berencana menerapkan kebijakan rem darurat atau emergency brake meski angka positif covid-19 bertambah tiap harinya.

Ia mengklaim angka positif covid-19 di Jakarta fluktuaktif. Terlihat dari angka reproduksi efektif (Rt) yang stabil di angka dari 0,9 hingga 1,1

"Kita lihat dulu situasi ini. Karena jangan lihat sekedar satu hari, satu hari (kasus covid-19)," kata Anies di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (22/7).

Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengungkapkan, saat ini, kondisi covid-19 di Ibu Kota Jakarta masih berisiko dan memunculkan lompatan kasus virus korona.

"Khawatir ya dengan kasus penambahan ini. Protokol kesehatan harus tetap diutamakan," pungkasnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya