Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SERIKAT Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI menerima laporan ada 461 penerima kartu Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT) di 16 kelurahan di Ibu kota kedapatan saldonya Rp0.
Menurut Perwakilan dari Koalisi Bansos DKI Muhammad Dika, data tersebut didapatkan dari laporan yang masuk ke posko informasi dan pengaduan yang didirikan oleh SPRI di 16 kelurahan di Jakarta.
"Warga tersebut sudah tidak dapat mengakses kartu BPNT-nya sejak Maret 2020, bahkan banyak juga yang sudah tidak mendapati saldonya nihil sejak tahun 2017," ungkap Dika dalam keteranganya kepada mediaindonesia.com, Jakarta, Rabu (22/7).
Selain itu, Dika juga mengatakan 461 orang tersebut juga tidak menerima bantuan sosial dari Pemprov DKI dan pemerintah pusat lantaran sudah terdaftar di BPNT.
“Akibatnya, ekonomi keluarga mereka semakin krisis, terlebih banyak dari mereka adalah pekerja informal seperti pekerja rumah tangga yang juga terpaksa dirumahkan karena pandemi dan kebijakan PSBB pemerintah DKI Jakarta," terang Dika.
Baca juga : Operasi Patuh Jaya Juga Menyasar Pelanggar Protokol Kesehatan
Laporan lainya yang masuk ke posko SPRI, ialah mayoritas pelapor menyebut nilai bantuan bansos PSBB dari pemerintah, jauh lebih kecil dari yang diinformasikan.
Ada 30% pelapor, kata Dika, menyatakan jika dikonversi ke rupiah, nilai bantuan sembako PSBB hanyalah berkisar Rp150 ribu yang terdiri dari beras, mie instan, minyak goreng, sarden.
"Bahkan, 27% pelapor lainnya menganggap nilai bantuan yang diberikan sekitar Rp51 ribu hingga Rp100 ribu per sekali distribusi atau 2 minggu sekali," kata Dika.
Dika juga menyampaikan ada warga di Jakarta Barat yang membeberkan pada bansos dari Pemprov DKI Jakarta yang berupa satu box dibagi untuk lima keluarga.
Hal itu dilakukan lantaran pihak ketua RT mencegah keributan diantara warga karena banyak warga yang tidak mendapatkan bantuan apapun sama sekali, padahal mereka masuk dalam kriteria warga miskin. (OL-2)
Dukungan sosial yang komprehensif sangat penting untuk pemulihan jangka panjang para penyintas bencana.
Jaya Negara juga menjelaskan, keterlambatan penyaluran bantuan disebabkan oleh proses verifikasi yang harus dilakukan secara teliti oleh tim BPBD Denpasar bersama Inspektorat.
Badan Amil Zakat Nasional melalui program Bank Makanan telah mendistribusikan 6.000 porsi Sajian Berkah Bergizi untuk para penyintas bencana tanah longsor Banjarnegara, Jawa Tengah.
Untuk memastikan bantuan sosial (bansos) Kemensos tersalurkan secara tepat sasaran, pemerintah menggunakan indikator penting bernama Desil Kesejahteraan Keluarga
Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) 2025 sebagai upaya meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.
Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat gejala menarik sepanjang 2025: sekitar 50 ribu keluarga secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bantuan sosial (bansos)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved