Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
POLDA Metro Jaya tetap mengembangkan kasus eksploitasi anak secara seksual maupun ekonomi yang dilakukan oleh warga negara Prancis bernama Francois Abello Camille, 65.
Pengembangan dilakukan meskipun Camille telah meninggal pada Minggu (12/7) setelah melakukan bunuh diri.
Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PMJ Kombes Yusri Yunus, pihak kepolisian membuka kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut. Hal itu disebabkan adanya dugaan bahwa Camille menjual video-video persetubuhannya dengan ratusan anak.
"Bisa saja kalau ada yang beli. Setelah kita tahu ada yang beli, bisa tersangka. Ini kan lagi dicari. Kemarin kurang kooperatif dia menyampaikan semuanya, passwordnya apa," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Selasa (14/7).
Sampai sejauh ini, PMJ berkoordinasi dengan Ditsiber Mabes Polri guna melakukan penyelidikan lebih jauh terhadap laptop milik Camille. Menurut Yusri, dari 305 anak yang menjadi korban Camille, polisi baru berhasil mengidentifikasi 19 anak.
Baca juga : Misterius, Asal-usul Pria Berinisial yang Tinggalkan Rp500 Juta
Yusri mengakui pihaknya kesulitan dalam melakukan identifikasi para korban. Hal itu disebabkan karena anak-anak belum terekam dalam databasenya KTP-el.
Sebelumnya, Camille melakukan percobaan bunuh diri pada Kamis (9/7) malam, beberapa jam setelah dirinya dihadirkan dalam ungkap kasus di hadapan wartawan.
Menurut Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan PMJ Kombes Umar Shahab, pihaknya sempat membawa Camille ke RS Polri Kramat Jati.
Berdasarkan hasil diagnosa dokter, sambung Umar, Camille mengalami retakan pada tulang leher bagian belakang. Hal itu menyebabkan Camille kekurangan pasokan oksigen.
"Diagnosa dari dokter yang merawat, itu jelas ada retakan pada tulang belakang di leher yang menyebabkan sumsumnya kena jerat dan sehingga supply oksigen ke otak dan organ-oragan penting berkurang," papar Umar. (OL-2)
Pelaku penembak gereja di Minneapolis dinyatakan terobsesi dengan gagasan membunuh anak-anak.
Masih tingginya kasus anemia akibat kekurangan zat besi pada anak Indonesia menjadi tantangan menuju Generasi Emas 2045.
Tayangan yang tepat memiliki nilai edukatif dan moral yang positif, sesuai dengan tahap perkembangan anak, dan menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dipahami.
Tayangan televisi edukatif yang sesuai dengan usia anak serta didampingi orangtua dapat memperluas kosakata, menambah pengetahuan, hingga mengenalkan nilai moral serta sosial.
Rencana, program anak kedua Denny dan istrinya akan dilakukan di rumah sakit yang sama tempat istrinya melahirkan anak pertamanya.
Praktik hipnoterapi yang diimplementasikan secara tepat dapat menyembuhkan trauma yang disebabkan oleh perundungan dan meningkatkan prestasi anak di sekolah.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved