Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Pedagang Pasar Positif Covid-19 Capai 768 Orang

Insi Nantika Jelita
26/6/2020 20:00
Pedagang Pasar Positif Covid-19 Capai 768 Orang
Pedagang memakai pelindung (face shield) di wajahnya usai sosialisasi alat pelindung diri (APD)(ANTARA FOTO/Feny Selly)

JUMLAH pedagang pasar tradisional yang terjangkit virus korona bertambah dalam sepekan. Pada (19/6) lalu Pedagang Pasar Tradisional (Ikappi) menyebut ada 701 pedagang yang positif covid-19 dan untuk kasus kematian tidak bertambah

"Data terbaru sudah mencapai 768 orang positif dan 32 orang meninggal diseluruh Indonesia," ungkap Ketua DPP Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Dimas Hermadiyansyah dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat (26/6)

Dimas mengatakan, bertambahnya kasus positif covid-19 itu karena program rapid dan swab test oleh pemerintah yang terus dilakukan terhadap pedagang pasar sebagai upaya deteksi dini dan memutus mata rantai penyebaran virus menular di pasar.

Walau data menunjukkan terus bertambahnya kasus positif covid-19, Dimas menegaskan bahwa pasar tetap aman untuk melakukan aktivitas jual beli asal semua orang dilungkungan pasar sadar dan disipilin untuk menjalankan protokol kesehatan yang baik.

Baca juga: Protokol Kesehatan Pariwisata Banyuwangi Dapat Apresiasi

"Hal itu tidak bisa tumbuh dengan sendirinya tanpa adanya keseriusan serta upaya maksimal dari pemda dan pengelola pasar," kata Dimas.

Dimas menyebut, penerapan ganjil genap serta penutupan pasar itu bukan satu-satunya cara untuk menyelamatkan pasar karena itu justru membuat mata pencaharian pedagang terganggu.

"Lebih baik lakukan dulu keseriusan menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pasar, silahkan semua pihak lakukan inspeksi mendadak (Sidak) lihat dan nilai sendiri itu bagaimana kondisi protokol kesehatan di pasar. Dengan kondisi itu tentunya pemda dan pengelola pasar harus benar-benar menyelamatkan mata pencaharian pedagang pasar," pungkas Dimas. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya