Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM situasi di tengah pandemi virus korona (covid-19), peredaran dan penggunaan narkoba di Jakarta justru meningkat pesat. Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Nana Sudjana, kenaikan penyebaran narkoba disertai pula dengan kebutuhan tinggi yang datang dari masyarakat.
“Mungkin masyarakat kita di masa pandemi ini ada rasa jenuh dan hal-hal lain yang menganggu psikologinya,” ujar Nana, dalam konferensi pers daring, Jumat (12/6).
Kenaikan penggunaan narkoba di kala pandemi terbukti usai Bravo Polri berhasil membongkar kasus penyelundupan 402 kilogram sabu di Sukabumi, pada Kamis (4/6). Bahkan sebelumnya, Tim Khusus Satgassus Polri menangkap 2 tersangka kasus narkotika jenis sabu seberat 821 kilogram, di Serang Banten, (23/5).
Nana memaparkan, dalam kurun waktu Januari-Juni 2020 pengungkapan barang haram perusak anak bangsa itu mencapai 6,9 ton.
Baca juga: Bea Cukai Bengkalis Tindak Penyelundupan 600 Karung Gula Ilegal
Teranyar, Nana menyampaikan bahwa Polri telah mengamankan 336 kg ganja yang diselundupkan di sofa datang dari Lhokseumawe, Aceh, melalui kargo ke Jakarta.
“Modusnya mereka mengemas ganja ini di dalam sofa dan memanfaatkan situasi Covid-19," tutur Nana.
Fakta tersebut memperlihatkan modus operandi para oknum narkoba terus berkembang. Bukan hanya penyelundupan menggunakan sofa, beberapa jaringan juga melakukan pengiriman dengan memasukan narkotika ke dalam teh Tiongkok.
“Saya sampaikan hampir setiap hari yang diungkap itu antara 15 sampai 20 kasus oleh Direktorat narkoba maupun Polres Polres jajaran,” ungkap Nana.
Di sisi lain, modus pengiriman narkoba via daring pun semakin marak. Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko, mengatakan Badan Narkotika Nasional (BNN) akan fokus memberantas penyebaran narkotika via daring melalui bekerjasama dengan penyedia jasa penitipan barang serta aplikasi ojek daring.
“Kenapa bisa BNN bekerjasama dengan ojek daring? Karena kalau driver mereka menerima hal-hal mencurigakan bisa melaporkan ke kami,” ungkap Heru, dalam konferensi pers daring, Jumat (12/6).
Langkah tersebut dipilih Heru lantaran BNN memang berencana untuk menyapu bersih penyebaran narkotika via daring serta melalui kargo.
Peredaran gelar narkoba dengan memanfaatkan media daring serta pengiriman kargo diakui oleh Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar. Menurutnya, Indonesia yang memiliki garis partai yang panjang, dan belum semuanya dapat terawasi oleh instansi pemerintah.
“Banyaknya pelabuhan laut kecil di Indonesia memang menjadi tantangan sekaligus ancaman terhadap masuknya narkoba melalui jalur laut (Maritime Route),” tutur Krisno kepada Media Indonesia, Jumat (12/6),
Maka, diperlukan kerjasama setiap stake holders baik Instansi Pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk memberantas penyebaran narkoba ke Indonesia.
“Diperlukan bukan hanya tanggung jawab Polri atau satu entitas saja,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan, Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon. Kondisi covid-19 ini yang membuat maraknya tren pengiriman narkoba via daring.
“Karena pengiriman narkoba itu perlu ada koneksi, ada kesepakatan, yang kemudian biasanya dimulai dari aplikasi media sosial legal dan tidak melanggar hukum,” ujar Josias kepada Media Indonesia.
ia juga melihat tingginya angka pengguna narkoba disebabkan oleh minimnya informasi soal dampak buruk dari narkoba itu sendiri. (OL-4)
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved