Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TUJUH peti mati setengah jadi berjejer di pinggiran jalan agak ke pojok Tempat Pemakaman Umum Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Tiga orang perajin dengan cekatan mencoba menyelesaikan peti-peti tersebut. Ikam, 32, selaku penanggung jawab usaha, terpaksa ikut turun tangan.
Dengan berbekal stapler tembak di tangan kanan, ia membantu ketiga pekerja memasang kain putih pada dasar peti. “Kami mengejar
waktu, pesanan meningkat pesat,” papar Ikam kepada Media Indonesia, kemarin.
Ya, sejak covid-19 mewabah, Ikam kebanjiran pesanan pembuatan peti mati. Dalam sehari, ia beserta ketiga pekerja harus menyelesaikan setidaknya 20 peti. Sebelum covid-19 pandemik, paling pesanan sekitar 10 peti.
Sekarang ini pesanan datang bukan dari keluarga, melainkan para donatur dan yayasan yang bergerak dalam pelayanan rumah
duka. Sebagian peti sepanjang dua meter dengan lebar 60 sentimeter tersebut didistribusikan ke rumah sakit rujukan penanganan
covid-19.
“Terus terang kami kewalahan. Kemarin ada yang mau pesan empat ribu unit, ada pula dua ribu unit, saya enggak sanggupin. Kalau 50 unit untuk tiga kali kirim per hari masih oke,” tutur Ikam.
Peti mati berbahan kayu sengon tersebut saat ini masuk dalam kebutuhan mendesak. Banyak korban covid-19 ataupun penyakit lainnya dikebumikan menggunakan peti mati.
Perbedaan peti jenazah positif covid-19 dan yang bukan terletak pada pelapis dalam. Peti buat korban covid-19 dilapisi aluminium foil.
Ikam hanya menerima pesanan peti mati biasa, sedangkan untuk korban covid-19 diisi sendiri pihak pemesan. “Dari kami murni dalam bentuk kayu. Saya bikin yang kaya gitu (berlapis aluminium foil) hanya sekali-kali saja sebab waktunya enggak keuber,” sambungnya.
Peti mati produksi Ikam dijual dengan harga Rp800 ribu, sedangkan peti mati dengan dasar aluminium foil dihargai Rp1,5 juta. Harga yang terakhir umumnya dipesan yayasan.
Imam Zaini, Head Officer Kamar Jenazah Rumah Sakit dr Abdul Radjak Salemba, mengaku selalu memesan peti mati dari Ikam,
terutama untuk jenazah covid-19. Menurut Imam, kebutuhan akan peti mati meningkat selama pandemi covid-19, meski sering juga yang meninggal bukan karena virus korona.
“Kadang-kadang kan sakitnya belum jelas, tapi sudah main covid covid saja. Seharusnya peti diutamakan bagi yang korban covid. Ada kejadian, sudah dimakamkan seminggu baru hasil tes keluar, ternyata negatif covid-19,” tandasnya. (Tri Subarkah/J-2)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved